3 Dosen UIN Jakarta Presentasi Penelitian di University of Melbourne

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, Berita UIN Online– Tiga peneliti UIN Jakarta mempresentasikan hasil awal dari penelitian mereka pada acara Postgraduate Conference yang diselenggarakan Center for Indonesian Law and Islamic Societies (CILIS) pada Kamis, (17/11/2016) di University of Melbourne, Australia.

Mereka yang terlibat dalam penelitian internasional hasil kerja sama antara Australian Catholic University (ACU), University of Western Sydney (UWS) dan UIN Jakarta adalah Luh Putu Haryanthi (dosen Fakultas Psikologi), Mardiyanti (dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan), dan Rosmaria Widjajanti (dosen Fakultas Ushuluddin).

Penelitian dengan topik hak-hak disabilitas, kebijakan, dan pengalaman yang ada pada lembaga pendidikan Islam ini dipimpin Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Dr Arief Subhan MA.

“Pada penelitian ini kami mencoba melakukan pilot research untuk mengetahui kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek yang ada di lingkungan pendidikan Islam, mulai dari pesantren hingga Perguruan Tinggi Islam di sekitar Jakarta,” ujar Arief usai mendampingi Rektor UIN Jakarta menyambut kunjungan Head of Center for Islamic Thought and Education (CITE) University of South Australia Prof Mohamad Abdalla di ruang kerja rektor Gedung Rektorat lantai 2.

Arief melanjutkan, penelitian dimulai dengan pelaksanaan Workshop Metodologi Penelitian terkait isu disabilitas dan pendidikan inklusi pada Agustus 2016 yang dilaksanakan oleh Dr Karen Soldatic dari WSU Australia dan Dr Dina Afrianty dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta.

Diinformasikannya, pada workshop itu tim peneliti mempelajari metodologi terkait penelitian disabilitas yang dilanjutkan dengan melakukan riset lapangan sesuai fokus penelitian masing-masing.

Lebih spesifik, tiga topik yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang Lived Stories (pengalaman hidup) penyandang disabilitas yang melakukan studi di UIN Jakarta, penelitian terkait pelaksanaan pendidikan inklusif di pesantren dan terakhir melihat pandangan-pandangan ulama terkait hak-hak disabilitas dalam Islam.

“Hasil penelitian ini akan diterbitkan di jurnal internasional Disability and the Global South Journal dalam bentuk artikel,” imbuh Arief.

Kerja sama penelitian internasional ini, lanjutnya, akan memberi kesempatan bagi peneliti Indonesia dan Australia untuk saling belajar dan juga memungkinkan partisipasi peneliti UIN Jakarta untuk mempresentasikan hasil penelitian di lingkungan akademik internasional. (mf)