26 Dokter Pertama FKIK Diambil Sumpah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Rahmatul Aini

Ruang Teater FKIK, BERITA UIN Online Sebanyak 26 sarjana dokter lulusan angkatan pertama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) diambil sumpah sebagai dokter Muslim di Ruang Teater FKIK, Sabtu (26/3). Pengambilan sumpah dilakukan Dekan FKIK Prof Dr dr MK Tadjudin SpAnd yang disaksikan Rektor Prof Dr Komatruddin Hidayat. Turut hadir antara lain Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Mohammad Matsna HS, Direktur RSUP Fatmawati Dr dr Andi Wahyuningsih, perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan perwakilan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

MK Tadjudin dalam sambutannya menyatakan, sarjana dokter yang diambil sumpah kali ini merupakan lulusan angkatan pertama sejak FKIK UIN Jakarta berdiri tahun 2004 atau Program Studi Pendidikan Dokter di FKIK dibuka tahun 2005. Para dokter lulusan FKIK UIN Jakarta tersebut membuktikan bahwa Islam memiliki kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan pengobatan.

“Kami terus terang bangga dan haru dokter lulusan FKIK mencapai prestasi baik dan tak kalah dengan dokter lulusan fakultas kedokteran lain,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama dalam mengembangkan FKIK, khususnya FK-UI sebagai fakultas pembina.

Kepada para sarjana dokter, MK Tadjudin berharap ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dan diakui oleh semua pihak. “Yang penting bagaimana para dokter bekerja dengan ikhlas sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyatakan, UIN Jakarta bersyukur memiliki fakultas kedokteran. Padahal, kebanyakan fakultas kedokteran berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional. Namun, karena ada upaya untuk mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dan agama, Kementerian Agama melalui UIN Jakarta juga akhirnya dapat mendirikan fakultas kedokteran.

“Saya kira hal ini bagus karena akan memberikan lebih banyak kesempatan para santri dari kalangan pondok pesantren menjadi dokter. Sesuai konsepnya, FKIK UIN Jakarta di antaranya memang ditujukan untuk mendidik santri menjadi dokter, sehingga setelah selesai mereka akan kembali mengabdi di desa masing-masing,” paparnya. (ns)