24 Mahasiswa Asing Baru Terima Beasiswa Kemenag RI

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Sejumlah 24 mahasiswa asing baru UIN Jakarta tahun akademik 2016/2017 ditetapkan sebagai penerima beasiswa Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (BHKLN) Kementerian Agama RI.

Hal tersebut sebgaimana informasi dari surat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama yang diterima UIN Jakarta pada 29 Agustus 2016. Dalam surat bernomor 148.34/SJ/B.V/4/HM.01/2016 dan ditandatangani Kepala BHKLN Achmad Gunaryo disebutkan, para mahasiswa asing jenjang Srata Satu (S1) tersebut akan diberikan dana sebesar Rp 13.000.000 persemester dengan rincian biaya kuliah, biaya hidup, biaya imigrasi, biaya asuransi kesehatan, biaya kursus bahasa Indonesia, dan biaya asrama.

Selain itu, disebutkan pula dalam surat tersebut nama-nama penerima beasiswa dalam lampiran. Mereka adalah Michael Asyriel Breed (Belanda), Jainaba Trawali, Abdou Barrou, Alagie Singhateh, Babucarr Jassey, Ebrima Jatta, Ebrima Jobarteh, Pamodou Faal, Momodou Barry, Omar Samba, Mam Mass Sey, Fatou Diba, dan Lamin Jassey (Gambia), Mounadil Kaoutar dan Mounadil Sara (Maroko), Nuruljannah binti Mohamed Nawi (Malaysia), Ahmed Elsafi Attia Abouali (Mesir), Malik Arslan Ahmad (Pakistan), Abdalla Shobak (Sudan), Heyam Taha dan Rushdi Muhammed (Yaman), Iqra Palejwala (Kanada), dan terakhir Mustapha Ali Em (Libya).

Untuk kelancaran proses pencairan dana, Biro HKLN meminta para mahasiswa tersebut untuk segera melengkapi dokumen yang diperlukan, yaitu Surat Keterangan Aktif Kuliah, Surat Keterangan Rekening Bank masih aktif, foto copy Buku Bank dan Nomor Rekening Bank, foto copy paspor, dan biodata mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Pusat Layananan Kerjasama Internasional Rachmat Baihaky mengatakan bahwa UIN Jakarta telah mengajukan ke Kemenag sekira 100 mahasiswa asing baru untuk dapat diberikan beasiswa pada Januari 2016.

“Nama-nama yang sudah ditetapkan sebagai penerima beasiswa itu adalah nama-nama yang kita ajukan. Awalnya mereka mendaftar melalui online. Setelah kita verifikasi berkasnya, kita berikan Letter of Acceptance dan langsung kita ajukan ke Kemenag,” ujar Rachmat melalui pesan singkatnya, Rabu (14/9/16).

Untuk nama-nama yang belum tercantum, lanjut dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu, ada beberapa kemungkinan.

“Mungkin nama mereka akan masuk di gelombang selanjutnya, atau persyaratannya tidak terpenuhi, bisa jadi dari segi umur atau juga tidak mendapatkan rekomendasi dari sekolah di negaranya,” tegas Rachmat.

Ditambahkannya, untuk mengantisipasi hal tersebut, UIN Jakarta dengan program Beasiswa Rektor akan memberikan beasiswa kepada mereka yang namanya tidak tercantum dalam beasiswa BHKLN.

“Beasiswa ini hanya mencover biaya kuliah, biaya kursus bahasa Indonesia dan biaya asrama. Tentunya diberikan bagi mereka yang memenuhi syarat,” tutup Rachmat.