23 Tahun Ranita: Lestari yang Hilang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Putri Kartika Utami

Aula Madya, UIN Online – Puncak peringatan ulang tahun Komunitas Mahasiswa  Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) “Ranita” ke-23 dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, pemutaran film dokumenter dan teatrikat puisi Rumah Orang Utan, di Aula Madya, Minggu malam (21/3) lalu.

Pada ulang tahun yang ke-23 ini, KMPLHK Ranita mengusung tema “Lestari yang Hilang”. “Kita tahu begitu banyak bencana alam yang menimpa bumi, tidak hanya di Indonesia. Bumi kita sudah kritis. Itulah filosofi dari tema yang diangkat,” papar ketua pelaksana Zakky Muharram.

Dengan tema itu, seluruh isi acara rangkaian ultah juga terkait isu-isu lingkungan, tidak hanya bersenang-senang. “Bencana yang menimpa negeri kita banyak yang disebabkan ulah tangan manusia. Kami ingin mengajak agar masyarakat lebih terbuka dengan berbagai kerusakan lingkungan yang menjadi penyebab banyaknya bencana alam. Mari bersama-sama menjaga bumi,” kata Zakky.

Di antara kegiatan yang digelar yaitu bazar buku dan Talk Show bertajuk “1 Tahun Situ Gintung”. Taklshow tersebut menghadirkan pembicara dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Talk Show itu dianggap perlu untuk membahas masa depan Situ Gintung yang mulai terabaikan padahal perbaikan lingkungan di sana belum selesai. []

23 Tahun Ranita: Lestari yang Hilang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Putri Kartika Utami

Aula Madya, UIN Online – Puncak peringatan ulang tahun Komunitas Mahasiswa  Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) “Ranita” ke-23 dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, pemutaran film dokumenter dan teatrikat puisi Rumah Orang Utan, di Aula Madya, Minggu malam (21/3) lalu.

Pada ulang tahun yang ke-23 ini, KMPLHK Ranita mengusung tema “Lestari yang Hilang”. “Kita tahu begitu banyak bencana alam yang menimpa bumi, tidak hanya di Indonesia. Bumi kita sudah kritis. Itulah filosofi dari tema yang diangkat,” papar ketua pelaksana Zakky Muharram.

Dengan tema itu, seluruh isi acara rangkaian ultah juga terkait isu-isu lingkungan, tidak hanya bersenang-senang. “Bencana yang menimpa negeri kita banyak yang disebabkan ulah tangan manusia. Kami ingin mengajak agar masyarakat lebih terbuka dengan berbagai kerusakan lingkungan yang menjadi penyebab banyaknya bencana alam. Mari bersama-sama menjaga bumi,” kata Zakky.

Di antara kegiatan yang digelar yaitu bazar buku dan Talk Show bertajuk “1 Tahun Situ Gintung”. Taklshow tersebut menghadirkan pembicara dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Talk Show itu dianggap perlu untuk membahas masa depan Situ Gintung yang mulai terabaikan padahal perbaikan lingkungan di sana belum selesai. []