Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta memberikan pembekalan kepada mahasiswa calon perserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2018, di Auditorium Harun Nasution, Selasa (24/04). Pembekalan diberikan langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta DJaka Badranaya ME. Djaka mengatakan, program KKN ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa untuk dapat membuat program pengabdian yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“KKN bukan kegiatan yang singkat yang hanya dilaksanakan dalam satu atau dua hari, tapi merupakan satu proses yang panjang. Oleh karena itu, para mahasiswa calon peserta KKN bisa memahami betul sebagai individu ataupun kelompok nantinya harus melakukan apa dan bagaimana, seperti apa persiapannya, dan itu yang menjadi basic knowledge buat peserta KKN,” jelas Djaka.

Lebih jauh, Djaka berharap para peserta KKN mampu mempersiapkan mental individu dan kelompok, memahami dan mengenal adat di masyarakat, serta menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan yang sama, Djaka juga memaparkan mengenai sistem pendaftaran KKN yang saat ini sudah jauh lebih mudah dan sistematis. Cukup dengan mahasiswa yang bersangkutan mendaftar di akun AIS masing-masing, kemudian nama dikompilasi dari 9 fakultas yang mengikuti KKN, lalu nama-nama tersebut diditribusikan ke dalam 200 kelompok secara sistem, 100 kelompok untuk disistribusikan ke Kota dan Kabupaten Bogor, sedang 100 kelompok lagi ke Kota dan Kabupaten Tangerang, tentunya dengan memperhatikan proporsi gender.

“Seperti biasa, kegiatan lapangan berlangsung selama 33 hari, loading activity tiga hari. Sedang pelepasan peserta akan dilaksanakan pada Jumat 20 Juli mendatang, dan akan berakhir pada 23 Agustus 2018,” jelas Djaka.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Djaka juga mengungkapkan bahwa secara administrasi birokrasi, peserta KKn sudah dibantu oleh pihak PPM. Selanjutnya, para peserta KKN hanya menindaklanjuti tahapan-tahapan yang ada guna kelancaran pelaksanaan KKN tersebut.

“Usahakan H-1 pelaksanaan, ada perwakilan kelompok yang datang ke lokasi, untuk meminta izin “kulo nuwun” kepada tokoh dan masyarakat setempat, terlebih perangkat desanya. Analisis isu dan permasalahan yang berkembang, jaga nama baik diri kalian dan almamater tercinta UIN Jakarta. Dan apabila di lapangan menemukan permasalahan yang krusial, jangan segan berkomunikasi dan koordinasi dengan kami pihak PPM,” tandas Djaka.

Pada akhir penyampaian arahannya, Djaka meningatkan kembali para peserta KKN untuk tidak lupa membuat dokumentasi baik foto maupun film dokumenter setiap kegiatan yang dilaksanakan di lokasi KKN. Bukan hanya untuk kepentingan pemenuhan administrasi dan pelaporan, namun juga akan dijadikan bahan referensi dan evaluasi pelaksanaan KKN di tahun-tahun berikutnya. Sehingga, KKN yang dilaksanakan betul-betul terasa dan berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar. (lrf/aw)