Kursus PerancisGedung Rektorat, BERITA UIN Online– Setelah melewati seleksi ketat melalui berkas dan wawancara, Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Jakarta menerima 20 mahasiswa untuk ikut program Kursus Super Intensif Bahasa Perancis gratis periode Agustus-November 2015.

“Ada 70 mahasiswa yang mendaftar. Setelah seleksi berkas dan wawancara, terpilih 20 peserta yang diterima mengikuti kursus,” ujar Kepala PLKI Rachmat Baihaky MA di ruang kerjanya, Kantor PLKI, Kamis (27/8/2015).

Baihaky mengatakan kursus ini diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir yang sudah tidak ada mata kuliah lagi di semesternya.

“Kursus ini didanai UIN Jakarta sepenuhnya dan bekerjasama dengan Institute Francais Indonesia (IFI, red.) dengan biaya besar. Kita ingin menjaring para peserta yang betul-betul serius mengikuti kegiatan ini tanpa diganggu dengan aktifitas apapun sampai selesai,” terangnya.

Diketahui, pembukaan kelas kursus dilaksanakan pada Senin (24/8/2015) di ruang Diorama Auditorium Harun Nasution. Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Warek III) Prof Dr Yusran Razak.

“Kami harap para peserta kursus dapat mengikuti program sampai tuntas, sehingga menghasilkan sesuatu dan bisa mendorong UIN Jakarta memperkuat jaringan kerjasama luar negeri yang dicanangkan, yaitu menuju International Recognize,” ujar Yusron.

Jika tidak dirintis dari sekarang, sambung Yusron, International Recognize hanya sekedar mimpi.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Direktur Kursus Nasional IFI Nicolas Moreau sebagai nara sumber.Nicholas menyebutkan beberapa alasan pentingnya belajar bahasa Perancis, di antaranya bahasa Perancis adalah bahasa yang digunakan 270 juta orang di dunia. Selain bisa belajar di universitas-universitas di Perancis, mahasiswa bisa berjalan-jalan menikmati suasana Perancis yang romatis.

“Wisatawan yang datang ke Perancis itu melebihi jumlah penduduk Perancis sendiri, yaitu mencapai 70 juta orang setahun,” kata Nicola.

Menurut Nicola, pemerintah Perancis sangat concern terhadap pendidikan, sehingga seluruh biaya pendidikan dari mulai level sekolah dasar sampai perguruan tinggi di Perancis digratiskan.

“Bukan hanya untuk warga Perancis saja, bagi Warga Negara Asing yang lulus persyaratan sesuai ketentuan, digratiskan juga kuliah di sana,” jelasnya.

Untuk jadwal kursus, dilaksanakan mulai 24 Agustus 2015 sampai 30 September 2015 dari Senin sampai Jumat mulai pukul 07.30 sampai 14.00.

“Tidak diperkenankan bagi peserta untuk tidak hadir dengan alasan apapun, kecuali sakit parah. Jika sehari tidak hadir, maka kita anggap mengundurkan diri,” pungkas Baihaky.

Tercatat para mahasiswa tersebut sesuai fakultas, jurusan, dan semester adalah Riska Mustika (FAH/BSI/IX), Muhammad Niam (FDIK/Kessos/IX), Khalil Noverri Setiawan (FEB/Akun/IX), Revy Marlina FISIP/HI/ix), Khoirunnisa Lubis (FISIP/HI/IX), Shabrina (FISIP/HI/IX), Ade Mulyawan (FISIP/IP/XI), Ika Putri Mahardika (Alumni/FISIP/IR), M. Haigal (Fisip/Sos/XI), Alwan Nahrowi Ridwan (FITK/MP/XI), Muta’aliyah (FITK/PAI/IX), Lala Nurmalasari Dewi (FITK/PBI/IX), Zaeni Abdillah (FITK/PBI/XI), Muhamad Irpan (FSH/AS/IX), M Zainuddin Asri (FST/Agri/XI), Alan Nugrohadi (FST/SI/XI), Witri Nur Aulia (FU/TH/IX), Muhammad Reiza (Psik/XI), Sintia Aulia Rahmah (Ushuluddin/PA/XI), dan Indah Kusuma Dewi (Official PLKI).

Share This