2 Dosen Masuk 20 Akademisi Top Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hanifudin Mahfuds

Jakarta, BERITA UIN Online – Sivitas akademika UIN Jakarta patut berbangga. Pasalnya, dua dosen UIN Jakarta, Burhanuddin Muhtadi (34) dan Irfan Abubakar (44), terpilih masuk dalam 20 Akademisi Top Indonesia di bawah umur 45 tahun, versi majalah Campus Indonesia, edisi Agustus 2011, Vol. 1 Nomor 5.

Burhanuddin, yang menempati posisi kesembilan dari 20 Akademisi Top  Indonesia adalah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta. Lulusan Australian National University (ANU) itu dikenal publik sebagai pengamat politik. Selain mengajar ia juga menjadi Direktur Public Affairs di Lembaga Survey Indonesia (LSI).

Sementara, Irfan adalah dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta. Ia terpilih di urutan ke-15 dari 20 Akademisi Top Indonesia. Di luar kegiatan mengajar, kini Irfan menjabat sebagai Direktur Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta. Dalam majalah tersebut, Irfan disebut sebagai pakar adab dan humaniora.

Bagi Burhanuddin penghargaan tersebut merupakan cambuk untuk terus mempersembahkan karya lebih baik ke depan. “Meski saya tidak tahu indikatornya apa, penghargaan itu saya maknai sebagai cambuk untuk lebih baik lagi. Terima kasih,” demikian tulis Burhan di akun Twitter miliknya, Jumat, 19 Agustus 2011.

Majalah CAMPUS Indonesia merupakan majalah bulanan yang berisi aktifitas kampus dan industri yang menyerap lulusan perguruan tinggi. Majalah yang diterbitkan oleh Globe Media Group itu digagas sejumlah tokoh seperti Theo L Sambuaga (President), Peter F. Gonta (Group Publisher), Tanri Abeng (Publisher), dan beberapa tokoh penting lainnya.

Selain Burhanuddin dan Irfan Abubakar, di antara daftar 20 Akademisi TOP Indonesia lainnya adalah Prof Firmanzah (35), Dekan FE Termuda (UI); Prof Adrianus Meliala (45), pakar kriminologi (UI); dan Prof Eko Prasojo (41); dan Muhammad Mukhtasar Samsudin PhD (42), Dekan Filsafat Universitas Gadjah Mada.