2.753 mahasiswa UIN Jakarta siap melaksanakan program pengabdian masyarakat elalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016). Dalam pengabdiannya, mereka akan menyasar sejumlah wilayah perdesaan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan akan berlangsung pada Agustus mendatang. (Foto: Hermanuddin)

2.753 mahasiswa UIN Jakarta siap melaksanakan program pengabdian masyarakat elalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016). Dalam pengabdiannya, mereka akan menyasar sejumlah wilayah perdesaan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan akan berlangsung pada Agustus mendatang. (Foto: Hermanuddin)

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online— 2.753 mahasiswa UIN Jakarta siap melaksanakan program pengabdian masyarakat elalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016). Dalam pengabdiannya, mereka akan menyasar sejumlah wilayah perdesaan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan akan berlangsung pada Agustus mendatang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta Djaka Badranaya ME saat memberikan pembekalan kegiatan KKN-PPM 2016 di Gd. Auditorium Harun Nasution, Rabu (13/04). “Mereka siap melakukan pengabdian masyarakat di sejumlah titik wilayah yang dinilai sangat membutuhkan partisipasi pemberdayaan oleh mahasiswa,” ungkapnya.

Data PPM mencatat, ke 2.753 mahasiswa ini nantinya melaksanakan program pengabdian dalam dua format utama, yakni KKN PPM Reguler dan KKN Kebangsaan. KKN pertama adalah pengabdian masyarakat regular yang ditempatkan di sejumlah kawasan yang ditunjuk PPM, sedangkan KKN Kebangsaan dilakukan di wilayah Riau dan Natuna bersama peserta KKN dari berbagai perguruan tinggi nasional.

Staff PPM Muhammad Syarif Nasution menjelaskan, dari 2753 mahasiswa pendaftar KKN, 20 orang diantaranya mengikuti program KKN Kebangsaan. Sedang 2533 mengikuti KKN Reguler yang dididistribusikan melalui 250 kelompok KKN Regular. Rinciannya, 130 kelompok di Kabupaten Bogor, 100 kelompok di Kabupaten Tangerang, dan 20 kelompok di Kota Tangerang Selatan.

Ditambahkan Syarif, penempatan peserta KKN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya berbasis desa, maka tahun ini penempatannya didasarkan jumlah titik dan luas wilayah. Artinya, semakin banyak titik dan makin luas wilayah desa,  kebutuhan penempatan kelompok pengabdian juga makin banyak. “Karena itu, bisa saja kalau titik kampungnya banyak, satu desa bisa sampai 4-5 kelompok KKN,” papar Syarif. (njs/sf)

Share This