2.082 Peserta KKN Akan Diterjunkan ke Masyarakat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Samsul Arifin

Gedung Rektorat, BERITA UIN OnlineSebanyak 2.082 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai pertengahan Juli mendatang akan diterjunkan ke masyarakat. Mereka akan mengabdi di enam wilayah, meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Bali, Yogyakarta, dan Sumatera Barat.

Demikian dikemukakan Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Dr Yayan Sofyan seusai memberikan pengarahan kepada sejumlah dosen pembimbing KKN di Gedung Rektorat, Senin (4/7). “Pemilihan lokasi KKN tahun ini dilakukan dengan sistem open market, yakni mahasiswa yang menentukan,” ujarnya.

Dia juga menyatakan, dari enam wilayah tersebut, peserta terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat, yakni berjumlah 89 kelompok. Disusul Banten (17 kelompok) dan Sumatera Barat (2 kelompok). Sementara tiga wilayah lain, yakni Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali, masing-masing berjumlah satu kelompok.

Tahun ini peserta KKN diikuti oleh mahasiswa dari tujuh fakultas. Jumlah peserta dari masing-masing fakultas tersebut adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 189 orang, Fakultas Adab dan Humaniora (299 orang), Fakultas Ushuluddin (75 orang), Fakultas Syariah dan Hukum (484 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (640 orang), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (337 orang), dan Fakultas Dirasat Islamiyah (58 orang). Empat fakultas lain, yakni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tidak dilibatkan dalam program KKN melainkan dalam bentuk semacam praktik kerja lapangan (PKL).

Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan program pengabdian kepada masyarakatnya dilakukan melalui program Praktik Profesi Keguruan Terpadu (PPKT), yakni mereka mengajar langsung di sekolah-sekolah yang ditentukan. Demikian pula mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang mengabdi langsung di rumah sakit maupun puskemas.

Menurut Yayan, KKN tahun ini juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelum diterjunkan ke masyarakat peserta akan dibekali ilmu mengenai antinarkoba. “Pembekalan dan sosialisasi mengenai narkoba terhadap peserta akan dilaksanakan pada 12-13 Juli mendatang,” katanya. Hal itu bertujuan agar peserta dan masyarakat memahami mengenai bahasa narkoba bagi kehidupan.

KKN akan berlangsung selama sekitar satu bulan, mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus mendatang. “Insya Allah pembukaan akan dilakukan oleh Ketua BNN Gories Mere,” jelas Yayan.