Gedung FITK, BERITA UIN Online– Sejumlah 19 dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta berhasil meraih gelar doktor terhitung sejak 2015 sampai awal 2018.

Hal tersebut disampaikan Dekan FITK Prof Dr Ahmad Thib Raya MA dalam sambutan Rapat Persiapan Perkuliahan Dosen FITK Semester Genap Tahun 2017/2018 sekaligus Tasyakuran Gelar Doktor dan Profesor pada Selasa (30/1/2018) di Ruang Teater Prof Dr Mahmud Yunus Gedung FITK lt 3.

Mereka adalah Dr Nurochim MM (Manajemen Pendidikan UNJ), Dr Abdu Razak MSi (Kewarganegaraan UPI Bandung) selesai pada 2015.

Selanjutnya, Dr Abdul Mu’in MPd (Pendidikan Matematika UPI Bandung), Dr Hindun MPd (Bahasa Indonesia UNJ), Dr Makyun Subuki MHum (Linguistik UI Depok), dan Dr Fidrayani MPd MSi (Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang) selesai pada 2016 dan selesai pada 2017 awal, Dr Nuraini Ahmad MAg (Filsafat Pendidikan UIN Jakarta), Dr Jakiatin Nisa MPd (Pendidikan Geografi UPI Bandung).

Sementara, selesai pada akhir 2017, Dr Siti Masyitoh SH MPd (Pendidikan Dasar UNJ), Maila Dinia MA PhD (Pendidikan Sosial Universiti Putra Malaysia), Dr Bahrissalim MAg (Pengembangan Kurikulum UPI Bandung), Munasprianto Ramli MA PhD (Pendidikan Kimia Mancester Univ Inggris), Dr Abdul Ghofur MAg (Tafsir Hadis Univ Ibnu Khaldun Bogor), Dr Baiq Hana Susanti MSc (Biologi UPI Bandung), dan Didin Nurudin Hidayat MA TESOL PhD (Bahasa Inggris Univ of Canberra Australia).

Sedangkan, selesai pada 2018 Dr Sholeh Hasan Lc MA (UIN Jakarta), Dr Azkiya Muharom Albantani MPdI (UIN Jakarta) dan Dr Nida Husna MA TESOL (Unika Atmajaya Jakarta).

Selain berhasil meraih doktor, satu orang dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Prof Dr Ulfah Fajarini MSi berhasil meraih gelar Guru Besar Bidang Antropologi Budaya terhitung mulai 1 Mei 2017.

Dengan capaian yang diraih para dosen FITK tersebut, Thib Raya merasa patut mengapresiasinya dengan menggelar tasyakuran bersama.

“Belum ada di UIN Jakarta, fakultas yang doktornya paling banyak, karena memang FITK adalah fakultas besar,” imbuh Thib.

Thib berharap, data para doktor baru tersebut segera diproses ke Bagian Kepegawaian dan Pustipanda untuk perbaikan data di PDDIKTI. (mf)