Gedung FST, BERITA UIN Online – Sebuah lembaga amil zakat yang berdomisili di Cibubur, Jakarta Timur, bernama Kanzul Azkiya menyalurkan bantuan berupa beasiswa pendidikan kepada sedikitnya 16 mahasiswa program S1 UIN Jakarta. Bantuan diberikan bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi.

“Besarnya dana bantuan bervariasi antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Tergantung kondisi peserta penerimanya. Ada yang full dari semester satu sampai selesai, ada yang juga yang hanya beberapa semester saja,” kata Direktur Kanzul Azkiya, Taslimun Dirjam, seusai memberikan bantuan beasiswa di Gedung Fakultas Sais dan Teknologi (FST) UIN Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Menurut pria yang akrab disapa Taslim tersebut, bantuan beasiswa pendidikan diberikan kepada para mahasiswa kurang mampu merupakan komitmennya. Hal itu bertujuan agar mahasiswa dapat meneruskan pendidikan hingga selesai dan menjadi sarjana. Selain mahasiswa UIN Jakarta, lanjutnya, beasiswa juga diberikan kepada para pelajar dari tingkat TK hingga SMA serta mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi lain.

Hingga awal 2018 ini, sudah lebih dari 20 peserta yang memperoleh beasiswa pendidikan Kanzul Azkiya. Jumlah tersebut belum ditambah dengan para calon peserta lain yang sedang menunggu antrean.

Peserta penerima beasiswa yang berstatus mahasiswa UIN Jakarta sendiri terdapat 16 orang. Mereka berasal dari FST sebanyak 7 orang, Fakultas Ushuluddin (3 orang), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (1 orang), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (3 orang), dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (2 orang). Selain itu, ada juga seorang penerima dengan status pegawai (OB) di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta yang kini sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

Konon, menurut Taslim, dana bantuan beasiswa pendidikan diperoleh selain dari hasil usaha dirinya, juga dari para donator lain dalam bentuk zakat dan sedekah.

“Kami semacam orangtua asuh. Jadi, siapa pun yang mau membantu akan kami terima dengan senang hati,” ujar staf pengajar di FST UIN Jakarta yang juga pengusaha roti rumahan itu.

Taslim sendiri mulai menggeluti dunia filantropi sejak 2010 silam. Hal itu dilakukannya mengingat banyak pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan biaya pendidikan guna meraih masa depan mereka.

“Di kampus UIN Jakarta buktinya banyak juga mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Terkadang belajar mereka terganggu karena harus membantu orangtua berjualan sayur atau karena tidak memiliki orangtua lagi,” jelasnya.

Bagi lembaga Kanzul Azkiya, kata Taslim, syarat calon peserta penerima beasiswa sebenarnya tidak harus pintar atau berprestasi secara akademik. Prinsip yang paling penting adalah mereka tidak mampu dan tidak terganggu kuliahnya hanya gara-gara tidak bisa bayar kuliah. (ns)