16 Mahasiswa Mancanegara Ikuti “OPAK”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

UNI CLUB  ROOM, BERITA UIN– Sebanyak 16 dari 21 mahasiswa baru dari mancanegara mengikuti kegiatan Orientation Day. Kegiatan tersebut diselenggarakan International Office (IO) untuk memperkenalkan sistem akademik UIN Jakarta, Indonesia, dan kehidupan di kampus dan sekitarnya.

“Kalau mahasiswa baru asal pribumi sebelum mereka masuk kuliah, mereka harus mengikutiOrientasi Pengenalan Almamater dan Kampus (OPAK) dulu, nah Orientation Day inilah OPAK-nya mahasiswa asing,” ujar Direktur  International Office (IO) Yeni Ratna Yuningsih PhD kepada BERITA UIN di Uni Club Room Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Kamis (6/9).

Menurut Yenny, kegiatan tersebut memang dikhususkan untuk mahasiswa internasional, meskipun mereka juga diperbolehkan mengikuti OPAK mahasiwa domestik. “Mereka sebenarnya diberi kebebasan untuk ikut OPAK bersama mahasiswa-mahasiswa baru dari Indonesia, tapi mereka merasa tidak PD (percaya diri,red) karena kendala bahasa. Karena itu mereka lebih pas dengan kegiatan ini, “terang peraih doktor bidang Sastra Arab dari McGill University itu.

Ketua Pelaksana, Ahmad Fajri, S.Sos MAIR menjelaskan, sebagian besar mahasiswa internasional itu mengalami kendala pengurusan administrasi keimigrasian di Indonesia.   Untuk kepentingan itu pula, IO dalam kegiatan ini mengundang Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

“Kita akan mengundang dan menghadirkan langsung Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Teuku Sjahrizal, SE. Kalau adal masalah, nanati kita tanyakan langsung kepada pakarnya apa kendalanya biar masalahnya jelas ujar Fajri yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta ini.

Jumlah mahasiswa baru dari mancanegara ini seluruhnya adalah 21 orang, namun yang bisa mengikuti kegiatan ini hanya 16 orang. “Mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan ini dari Negara Yaman tiga orang dan dari Afrika dua orang, karena kendala pengurusan keimigrasian,” ujar Ahmad Fajri, di sela-sela pelaksanaan acara.

Ke-16 orang mahasiswa asing tersebut berasal dari enam negara. Dari Timur Leste terdapat lima orang.  Empat orang kuliah di Fakultas Sains dan Teknologi, satu orang di Fakultas Syariah dan Hukum.

Dari Iran dan Somalia masing-masing satu orang. Mereka mengambil studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sedangkan dari Turki terdapat enam orang, yang tersebar di Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan, dan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Thailand satu orang di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Lalu dari Palestina dua orang. Keduanya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

“Mereka masuk UIN Jakarta tidak seperti mahasiswa Indonesia yang harus mengikuti tes masuk, cukup mengirim aplikasi dari negara masing-masing via email atau diantarkan langsung dari kedubes masing-masing, nanti pihak Akademik UIN Jakarta yang memutuskan diterima atau tidaknya,”imbuhnya.

Keseluruhan kegiatan ini dilakukan di lingkungan kampus UIN Jakarta. Kegiatan diselenggarakan di kelas (in door dan di luar kelas (out door). Bentuk kegiatan antara lain, dialog, games, pengenalan unit-unit internal kampus UIN Jakarta, khususnya dengan Bagian Akademik dan Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta. Selain itu terdapat pula acara  pengenalan unit-unit eksternal, yaitu institusi-institusi yang sering berhubungan dengan mahasiswa asing, seperti kantor imigrasi, kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, bank, toko-toko buku, rumah sakit dan sebagainya.

Kegiatan ini dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik, Prof Dr H Moh Matsna dan akan ditutup pada Jum’at sore oleh Pembantu Rektor Bidang Kelembagaan, Dr Jamhari, MA. (M Furqan/sdn)