UNISA Ajak UIN Jakarta Rancang Kurikulum Pendidikan Islam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Centre for Islamic Thought & Education (CITE), University of South Australia (UNISA) melakukan kunjungan ke UIN Jakarta guna membicarakan rencana kerjasama bidang kajian Islam. Utusan  diterima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA di ruang kerjanya, Kamis (17/11).

Centre for Islamic Thought & Education (CITE), University of South Australia (UNISA) melakukan kunjungan ke UIN Jakarta guna membicarakan rencana kerjasama bidang kajian Islam. Utusan diterima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA di ruang kerjanya, Kamis (17/11).

Rektorat, BERITA UIN Online— Centre for Islamic Thought & Education (CITE), University of South Australia (UNISA) melakukan kunjungan ke UIN Jakarta guna membicarakan rencana kerjasama bidang kajian Islam. Utusan  diterima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA di ruang kerjanya, Kamis (17/11).

Turut mendampingi rektor, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof Dr M. Arskal Salim GP. MA, Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Dr H. Rudi Subiyantoro M.Pd, serta Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA.

Selain itu, hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Ahmad Thib Raya MA, Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDK) Dr Arief Subhan M.Ag, Dekan Fakultas Dirasat Islamiah (FDI) Dr Hamka Hasan Lc.MA, Wakil Dekan (Wadek) Bidang Akademik FSH Dr Euis Amalia M.Ag, dan Wadek Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama FIDK Dr Suhaimi MSi.

Sedangkan UNISA, mengutus Prof Mohamad Abdalla selaku Direktur Centre for Islamic Thought & Education (CITE). Dalam kesempatan tersebut, Abdalla mengungkapkan ucapan terimakasih atas penerimaan UIN Jakarta yang begitu hangat, serta menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya tersebut.

“Kami (UNISA) ingin menjalin kerjasama dengan UIN Jakarta dalam bidang Islamic Studies. Selain itu, bersama merancang kurikulum yang lebih konstruktif sehingga mahasiswa UNISA lebih tertarik untuk belajar Islam,” ungkapnya.

Ditambahkannya, “Pihak kami bersedia mengirimkan dosen tamu (visiting professor), serta menyediakan program beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 bagi UIN Jakarta. Dengan demikian, diharapkan mampu meningkatkan keilmuan dan riset diantara kedua lembaga,” pukas Abdalla.

Masih menurutnya, kerjasama yang ingin dibangun selain dalam kajian Islam, namun juga dalam research collaboration. “Saat ini UNISA memiliki beberapa mata kuliah yang terkait kajian keislaman, diantaranya History of Islamic Civilisation, History of Islamic Science, Islamic Banking and Finance, Leadership and Leadership Process in Islamic Organisations, Islamic Ethics, Islamic Education (Islamic Schooling Renewal), Arabic Studies, Islamic Law, Islamic Psychology and Criminology, Family Relations, Islam in Australia dan Contextualisation of Islam,” jelas Professor bidang kajian Islam tersebut.

Menanggapi hal tersebut, rektor mengapresiasi niat kerjasama yang akan dijalin antar kedua lembaga. Serta berharap, penandatanganan kerjasama segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kami mengapresiasi kerjasama ini dan diharapkan penandatanganan kerjasama segera dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar, apa yang menjadi tujuan dari kedua lembaga dapat segera terealisasi,” ujar rektor.

Ditambahkannya, UIN Jakarta juga memiliki beberapa mata kuliah yang terkait kajian keislaman. Dengan demikian, dapat dilakukan penelitian bersama terkait beberapa hal menyangkut kajian keislaman.

“UIN Jakarta senantiasa mengajarkan Islam yang moderat, toleran, dan harmonis. Hal itu yang senantiasa ditekankan kepada mahasiswa. Oleh karena itu, sangat tepat apabila UNISA menjalin kerjasama tentang kajian Islam di UIN Jakarta,” tambah rektor. (lrf/ikd)