10 Tahun ke Depan UIN Jakarta Jadi Pusat Peradaban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone







 

Reporter Akhwani Subkhi

 

Masjid Al-Jamiah, UINJKT Online - Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat mengangankan bahwa dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan, UIN Jakarta bisa berkembang bagus dalam sisi keilmuan dan bisa menjadi pusat peradaban studi keislaman. Hal itu diungkapkan rektor saat berbuka puasa bersama pimpinan universitas, dekanat, pengurus lembaga kemahasiswaan, dan tokoh masyarakat di Masjid Al-Jamiah, Kamis (25/9).

 

Namun, di balik mimpi besar tersebut, rektor juga mengkhawatirkan adanya keterputusan mata rantai studi Islam di kampus ini. Ia menilai jika mata rantai studi keislaman terputus maka universitas ini tak ubahnya seperti universitas lain yaitu hanya dijadikan sebagai tempat untuk mencari pekerjaan.

 

“Kekhawatiran saya ini mungkin berlebihan, tapi bisa realistis,” kata rektor. Karena itu, ia mengimbau siapa saja dari warga sivitas akademika UIN Jakarta agar menjadikan kampus ini sebagai pusat peradaban. Salah satu cara untuk membangun tradisi dan suasana keislaman adalah dengan mengadakan pangajian qiraatul kutub dan suasana keilmuan lainnya di masjid ini.

 

Menurut dia, mimpi besar itu tidak akan terwujud jika tidak dikerjakan secara bersama-sama. “Apa yang kita impikan tidak dapat terpenuhi jika tidak ada kerja dari stakeholders, mahasiswa, dan masyarakat,” terangnya.

 

UIN Jakarta, lanjutnya, ke dapan memiliki posisi yang unik karena dimiliki oleh banyak pihak. Universitas ini milik masyarakat karena biaya atau uang yang digunakan adalah uang masyarakat. Melalui UIN Jakarta, ia berharap seseorang bisa menjadi pemimpin, paling tidak, pemimpin untuk dirinya. Selain itu, sivitas akademika juga diharapkan bisa mengenal atau menemukan jati dirinya sendiri.*

10 Tahun ke Depan UIN Jakarta Jadi Pusat Peradaban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone







 

Reporter Akhwani Subkhi

 

Masjid Al-Jamiah, UINJKT Online - Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat mengangankan bahwa dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan, UIN Jakarta bisa berkembang bagus dalam sisi keilmuan dan bisa menjadi pusat peradaban studi keislaman. Hal itu diungkapkan rektor saat berbuka puasa bersama pimpinan universitas, dekanat, pengurus lembaga kemahasiswaan, dan tokoh masyarakat di Masjid Al-Jamiah, Kamis (25/9).

 

Namun, di balik mimpi besar tersebut, rektor juga mengkhawatirkan adanya keterputusan mata rantai studi Islam di kampus ini. Ia menilai jika mata rantai studi keislaman terputus maka universitas ini tak ubahnya seperti universitas lain yaitu hanya dijadikan sebagai tempat untuk mencari pekerjaan.

 

“Kekhawatiran saya ini mungkin berlebihan, tapi bisa realistis,” kata rektor. Karena itu, ia mengimbau siapa saja dari warga sivitas akademika UIN Jakarta agar menjadikan kampus ini sebagai pusat peradaban. Salah satu cara untuk membangun tradisi dan suasana keislaman adalah dengan mengadakan pangajian qiraatul kutub dan suasana keilmuan lainnya di masjid ini.

 

Menurut dia, mimpi besar itu tidak akan terwujud jika tidak dikerjakan secara bersama-sama. “Apa yang kita impikan tidak dapat terpenuhi jika tidak ada kerja dari stakeholders, mahasiswa, dan masyarakat,” terangnya.

 

UIN Jakarta, lanjutnya, ke dapan memiliki posisi yang unik karena dimiliki oleh banyak pihak. Universitas ini milik masyarakat karena biaya atau uang yang digunakan adalah uang masyarakat. Melalui UIN Jakarta, ia berharap seseorang bisa menjadi pemimpin, paling tidak, pemimpin untuk dirinya. Selain itu, sivitas akademika juga diharapkan bisa mengenal atau menemukan jati dirinya sendiri.*