10 Santri dari Kabupaten Muba Lolos Seleksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, UINJKT Online – Sebanyak 10 santri dari pesantren dan madrasah aliyah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan berhasil lolos seleksi masuk Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Mereka adalah mahasiswa baru yang diterima melalui program beasiswa, kerjasama antara Pemkab Muba dengan UIN Jakarta.

Sesuai SK Rektor Nomor 115 Tahun 2008, jumlah santri yang dinyatakan lulus seleksi sebanyak 10 orang, dengan rincian lima orang diterima di Program Studi Pendidikan Dokter dan lima orang di Program Studi Farmasi. Untuk Program Studi Pendidikan Dokter, kelima orang yang diterima adalah Syarah Amrina dari SMA Darul Ulum 2, Qurrata Tsania (MA Husnul Hotimah), Miftahul Jannah (MAN 2 Palembang), Aniz Zamzani (MA Sabilul Hasanah), dan Sherli Tri Jayanti (MA Al-Zaytun).

Sementara yang diterima di Program Studi Farmasi adalah Mahmudah (MA Al-Hikmah 2), Stevani Sitorus (MA Pondok Pesantren Assalam), Yunita Nadiati Sholihah (MA Walisongo), Eva Yulianti (MA Pondok Pesantren Assalam), dan Teguh Priyanto (MAN Model Sekayu).

Pada 30 Mei 2008 lalu, UIN Jakarta dan Pemkab Muba menandatangani kerja sama beasiswa untuk pengiriman “santri jadi dokter” di FKIK UIN Jakarta. Program ini merupakan salah satu bentuk penyaluran minat siswa MA dan santri pondok pesantren di Kabupaten Muba. Tujuannya antara lain untuk menciptakan tenaga kesehatan yang beradab dibekali oleh nilai-nilai syariah dan ajaran agama untuk kemajuan pembangunan menuju Muba Smart 2012. Biaya selama perkuliahan di FKIK ini sepenuhnya ditanggung Pemkab Muba.

Kerja sama pengiriman santri “jadi dokter” selain dengan Pemkab Muba, juga dilakukan dengan pihak Departemen Agama. Untuk tahun ini, jumlah santri yang berhasil diterima kuliah di FKIK sebanyak 40 orang, terdiri atas 10 orang di Program Studi Pendidikan Dokter, 10 orang di Program Studi Farmasi, 10 orang di Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan 10 orang di Program Studi Ilmu Keperawatan. Para santri adalah berasal dari berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia yang diseleksi Departemen Agama.

“Kerja sama program pengiriman santri ini sudah lama dicanangkan pimpinan UIN Jakarta. Tujuannya untuk memberikan kesempatan para santri menjadi dokter,” kata Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAK) Drs H Abd Shomad kepada UINJKT Online di gedung Rektorat, Rabu (3/7).

10 Santri dari Kabupaten Muba Lolos Seleksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, UINJKT Online – Sebanyak 10 santri dari pesantren dan madrasah aliyah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan berhasil lolos seleksi masuk Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Mereka adalah mahasiswa baru yang diterima melalui program beasiswa, kerjasama antara Pemkab Muba dengan UIN Jakarta.

Sesuai SK Rektor Nomor 115 Tahun 2008, jumlah santri yang dinyatakan lulus seleksi sebanyak 10 orang, dengan rincian lima orang diterima di Program Studi Pendidikan Dokter dan lima orang di Program Studi Farmasi. Untuk Program Studi Pendidikan Dokter, kelima orang yang diterima adalah Syarah Amrina dari SMA Darul Ulum 2, Qurrata Tsania (MA Husnul Hotimah), Miftahul Jannah (MAN 2 Palembang), Aniz Zamzani (MA Sabilul Hasanah), dan Sherli Tri Jayanti (MA Al-Zaytun).

Sementara yang diterima di Program Studi Farmasi adalah Mahmudah (MA Al-Hikmah 2), Stevani Sitorus (MA Pondok Pesantren Assalam), Yunita Nadiati Sholihah (MA Walisongo), Eva Yulianti (MA Pondok Pesantren Assalam), dan Teguh Priyanto (MAN Model Sekayu).

Pada 30 Mei 2008 lalu, UIN Jakarta dan Pemkab Muba menandatangani kerja sama beasiswa untuk pengiriman “santri jadi dokter” di FKIK UIN Jakarta. Program ini merupakan salah satu bentuk penyaluran minat siswa MA dan santri pondok pesantren di Kabupaten Muba. Tujuannya antara lain untuk menciptakan tenaga kesehatan yang beradab dibekali oleh nilai-nilai syariah dan ajaran agama untuk kemajuan pembangunan menuju Muba Smart 2012. Biaya selama perkuliahan di FKIK ini sepenuhnya ditanggung Pemkab Muba.

Kerja sama pengiriman santri “jadi dokter” selain dengan Pemkab Muba, juga dilakukan dengan pihak Departemen Agama. Untuk tahun ini, jumlah santri yang berhasil diterima kuliah di FKIK sebanyak 40 orang, terdiri atas 10 orang di Program Studi Pendidikan Dokter, 10 orang di Program Studi Farmasi, 10 orang di Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan 10 orang di Program Studi Ilmu Keperawatan. Para santri adalah berasal dari berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia yang diseleksi Departemen Agama.

“Kerja sama program pengiriman santri ini sudah lama dicanangkan pimpinan UIN Jakarta. Tujuannya untuk memberikan kesempatan para santri menjadi dokter,” kata Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAK) Drs H Abd Shomad kepada UINJKT Online di gedung Rektorat, Rabu (3/7).