10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UINJKT Online – Sebanyak 10 nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PTAI se-Indonesia mempresentasikan karya ilmiyahnya di hadapan para dewan juri di Ruang Sidang Utama, Rektorat Lt.2 Kamis (28/5).

Seperti diketahui, 10 nominator LKTI tahun ini terdiri dari empat orang mahasiswa UIN Jakarta, satu peserta dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1 peserta dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 1 orang dari UNISBA Bandung, 1 orang dari UII Yogyakarta, 1 orang dari STIKA Guluk-guluk Sumenep Madura dan 1 orang dari Universitas Al-Azhar Indonesia.Para peserta diberi waktu lima menit untuk mempresentasikan karya ilmiyahnya. 

Sebut saja Yusus Brilliant, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta ini mempresentasikan tentang kasus dukun cilik Ponari yang dipercaya dan dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan biaya yang relatif murah.Menurutnya hal itu terjadi karena asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (aseskin) telah gagal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sementara biaya kesehatan semakin tinggi. Pada akhirnya masyarakat memilih pengobatan yang belum jelas kualitasnya.

“Akhirnya oleh masyarakat Ponari dianggap sebagai dewa penolong yang dapat mengobati berbagai penyakit dengan biaya pengobatan relatif murah,” ujarnya saat mempresentasikan hasil karya ilmiahnya yang berjudul “Ponari: Potret Kebijakan Aseskin yang Gagal”.

Sementara itu pengumuman juara satu sampai tiga akan diumumkan pada malam puncak Dirgahayu ADIA, IAIN, dan UIN Jakarta ke 52 yang akan digelar Jumat (29/5) malam di Auditorium Utama. [] 

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UINJKT Online – Sebanyak 10 nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PTAI se-Indonesia mempresentasikan karya ilmiyahnya di hadapan para dewan juri di Ruang Sidang Utama, Rektorat Lt.2 Kamis (28/5).

Seperti diketahui, 10 nominator LKTI tahun ini terdiri dari empat orang mahasiswa UIN Jakarta, satu peserta dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1 peserta dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 1 orang dari UNISBA Bandung, 1 orang dari UII Yogyakarta, 1 orang dari STIKA Guluk-guluk Sumenep Madura dan 1 orang dari Universitas Al-Azhar Indonesia.Para peserta diberi waktu lima menit untuk mempresentasikan karya ilmiyahnya. 

Sebut saja Yusus Brilliant, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta ini mempresentasikan tentang kasus dukun cilik Ponari yang dipercaya dan dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan biaya yang relatif murah.Menurutnya hal itu terjadi karena asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (aseskin) telah gagal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sementara biaya kesehatan semakin tinggi. Pada akhirnya masyarakat memilih pengobatan yang belum jelas kualitasnya.

“Akhirnya oleh masyarakat Ponari dianggap sebagai dewa penolong yang dapat mengobati berbagai penyakit dengan biaya pengobatan relatif murah,” ujarnya saat mempresentasikan hasil karya ilmiahnya yang berjudul “Ponari: Potret Kebijakan Aseskin yang Gagal”.

Sementara itu pengumuman juara satu sampai tiga akan diumumkan pada malam puncak Dirgahayu ADIA, IAIN, dan UIN Jakarta ke 52 yang akan digelar Jumat (29/5) malam di Auditorium Utama. [] 

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UINJKT Online – Sebanyak 10 nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PTAI se-Indonesia mempresentasikan karya ilmiyahnya di hadapan para dewan juri di Ruang Sidang Utama, Rektorat Lt.2 Kamis (28/5).

Seperti diketahui, 10 nominator LKTI tahun ini terdiri dari empat orang mahasiswa UIN Jakarta, satu peserta dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1 peserta dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 1 orang dari UNISBA Bandung, 1 orang dari UII Yogyakarta, 1 orang dari STIKA Guluk-guluk Sumenep Madura dan 1 orang dari Universitas Al-Azhar Indonesia.Para peserta diberi waktu lima menit untuk mempresentasikan karya ilmiyahnya. 

Sebut saja Yusus Brilliant, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta ini mempresentasikan tentang kasus dukun cilik Ponari yang dipercaya dan dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan biaya yang relatif murah.Menurutnya hal itu terjadi karena asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (aseskin) telah gagal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sementara biaya kesehatan semakin tinggi. Pada akhirnya masyarakat memilih pengobatan yang belum jelas kualitasnya.

“Akhirnya oleh masyarakat Ponari dianggap sebagai dewa penolong yang dapat mengobati berbagai penyakit dengan biaya pengobatan relatif murah,” ujarnya saat mempresentasikan hasil karya ilmiahnya yang berjudul “Ponari: Potret Kebijakan Aseskin yang Gagal”.

Sementara itu pengumuman juara satu sampai tiga akan diumumkan pada malam puncak Dirgahayu ADIA, IAIN, dan UIN Jakarta ke 52 yang akan digelar Jumat (29/5) malam di Auditorium Utama. [] 

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

10 Nominator LKTI Presentasikan Karya Tulis

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UINJKT Online – Sebanyak 10 nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PTAI se-Indonesia mempresentasikan karya ilmiyahnya di hadapan para dewan juri di Ruang Sidang Utama, Rektorat Lt.2 Kamis (28/5).

Seperti diketahui, 10 nominator LKTI tahun ini terdiri dari empat orang mahasiswa UIN Jakarta, satu peserta dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1 peserta dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 1 orang dari UNISBA Bandung, 1 orang dari UII Yogyakarta, 1 orang dari STIKA Guluk-guluk Sumenep Madura dan 1 orang dari Universitas Al-Azhar Indonesia.Para peserta diberi waktu lima menit untuk mempresentasikan karya ilmiyahnya. 

Sebut saja Yusus Brilliant, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta ini mempresentasikan tentang kasus dukun cilik Ponari yang dipercaya dan dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan biaya yang relatif murah.Menurutnya hal itu terjadi karena asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (aseskin) telah gagal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sementara biaya kesehatan semakin tinggi. Pada akhirnya masyarakat memilih pengobatan yang belum jelas kualitasnya.

“Akhirnya oleh masyarakat Ponari dianggap sebagai dewa penolong yang dapat mengobati berbagai penyakit dengan biaya pengobatan relatif murah,” ujarnya saat mempresentasikan hasil karya ilmiahnya yang berjudul “Ponari: Potret Kebijakan Aseskin yang Gagal”.

Sementara itu pengumuman juara satu sampai tiga akan diumumkan pada malam puncak Dirgahayu ADIA, IAIN, dan UIN Jakarta ke 52 yang akan digelar Jumat (29/5) malam di Auditorium Utama. []