IAIN Kendari Jajaki Kerja Sama Pengembangan Pascasarjana

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta Dr Muhammad Zuhdi (kanan) memberikan cinderamata kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kendari Dr Yahya Obaid yang didampingi Direktur Program Pascasarjana Dr Supriyanto (kiri) di Ruang Sidang, Selasa (27/12/2016). (Foto: Nanang Syaikhu)

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta Dr Muhammad Zuhdi (kanan) memberikan cinderamata kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kendari Dr Yahya Obaid yang didampingi Direktur Program Pascasarjana Dr Supriyanto (kiri) di Ruang Sidang, Selasa (27/12/2016). (Foto: Nanang Syaikhu)

Gedung FITK, BERITA UIN Online – IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara, menjajaki untuk bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta dalam program pengembangan pascasarjana. Hal itu bertujuan agar program pascasarjana di IAIN Kendari mampu bersaing dengan program pascasarjana di perguruan tinggi lain, khususnya di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Rencana kerja sama tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kendari Dr Yahya Obaid kepada pimpinan FITK di gedung FITK, Selasa (27/12/2016). Dalam kunjungan tersebut, Yahya didampingi Direktur Program Pascasarjana (PPs) IAIN Kendari Dr Supriyanto, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Dr Imelda Wahyuni, dan Ketua Program Studi Hukum Islam Dr Halimah. Sedangkan pimpinan FITK, diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Muhammad Zuhdi, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Ahmad Sofyan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Dr Fauzan, dan Ketua Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Dr Jejen Musfah.

Yahya mengatakan, kerja sama dengan program pascasarjana tingkat magister (S2) untuk program monodisiplin di FITK diharapkan akan memberikan nilai positif bagi kemajuan program itu sendiri. Hal itu mengingat bahwa FITK UIN Jakarta sudah cukup berpengalaman dalam mengelola dan mengembangkan PPs.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar sesuai rencana, karena PPs FITK UIN Jakarta sudah berpengalaman,” katanya.

Menurut Yahya, PPs IAIN Kendari pasca-alih status dari STAIN saat ini sudah membuka empat program studi untuk tingkat magister. Keempat program studi yang dibuka adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Studi Hukum Islam, dan Program Studi Ekonomi Islam.

Guna memperkuat kelembagaan, ujar Yahya, PPs IAIN Kendari masih perlu banyak belajar, di antaranya kepada PPs FITK UIN Jakarta melalui skema kerja sama, baik dalam bidang akademik maupun penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kita akan bekerja sama, misalnya dalam bentuk student exchange dan staff exchange atau joint research,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Zuhdi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik terhadap upaya PPs IAIN Kendari yang akan bekerja dama dengan PPs FITK. Kerja sama diharapkan akan semakin memperkokoh antarkelembagaan PTKIN di bawah Kementerian Agama.

Seperti halnya PPs IAIN Kendari, PPs FITK juga baru memiliki empat program magister dengan empat program studi, yakni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Studi Bahasa Inggris, dan Program Studi Bahasa Arab. Dari keempat program studi tersebut, tiga program studi di antaranya sudah menghasilkan lulusan, yakni Program Studi Bahasa Arab, Program Studi Bahasa Inggris, dan Program Studi Pendidikan Agama Islam.

“Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan IAIN Kendari yang ingin bekerja sama dengan FITK UIN Jakarta. Semoga dengan kerja sama nanti akan menguntungkan para pihak,” ujarnya. (ns)