FAH UIN Jakarta Gelar SeminarSejarah Seni Islam

Seminar Islamic Art and History di Fakultas Adab dan Humaniora, Rabu (25/01).

Seminar Islamic Art and History di Fakultas Adab dan Humaniora, Rabu (25/01).

Ruang Sidang FAH, Berita UIN Online—Seni Islam adalah suatu bahasan yang khas dengan prinsip seni yang memiliki kekhususan jika dibandingkan dengan seni yang dikenal pada masa ini. Tetapi perannya sendiri cukup besar di dalam perkembangan seni rupa modern. Antara lain dalam pemunculan unsur kontemporer seperti abstraksi dan filsafat keindahan.

Seni rupa Islam memunculkan inspirasi pengolahan kaligrafi menjadi motif hias. Dekorasi di seni rupa Islam lebih banyak untuk menutupi sifat asli medium arsitektur daripada yang banyak ditemukan pada masa ini, dekorasi ini dikenal dengan istilah arabesque.

Demikian yang disampaikan Yannic Link PhD (Director Of  The Islamic Art Departement Perancis) saat menjadi narasumber dalam seminar Islamic Art and History di Fakultas Adab dan Humaniora, Rabu (25/01).

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Prof Syukron Kamil MA mengatakan, bahwa acara ini bertujuan mengetahui dan saling memberi informasi bagaimana perjalanan sejarah seni Islam di Indonesia dan dunia.

“Seni arsitektur Islam memiliki catatan sejarah yang cukup panjang. Sejak abad pertama hijriah arsitektur Islam masih terkenal hingga saat ini, dan tidak berdiri sendiri seperti Seni rupa Buddha ataupunBarat,” paparnya.

Ditambahkannya, bahwa gabungan kesenian Islami terdiri dari kesenian daerah-daerah taklukan akibatadanya ekspansi oleh kerajaan bercorak Islam di sekitar Timur Tengah, AfrikaUtara, Asia Kecil, dan Eropa dan penakulukan oleh bangsa Mongol.

Selain itu, ditemukan pula pengaruh akibat hubungan dagang, sepertiTiongkok. Ini disebabkan miskinnya seni rupa asli Arab pada saat itu walaupundalam bidang sastra dan musik sebenarnya memperlihatkan hal yangmenakjubkan. Keberagaman pengaruh inilah yang membuat seni rupa Islamsangat kaya. (lrf/sf)