UIN Jakarta Pusat Kajian Islam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah kelahiran UIN Syarif Hidayatullah jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, merupakan inisiatif dari para ulama dan cendikiawan muslim di akhir dekade 1950-an dan memperoleh  respon positif pemerintah RI, untuk memiliki lembaga yang dapat mendidik dan mengembangkan keahlian dalam ilmu-ilmu keagamaan, untuk kemudian didedikasikan pada masyarakat, baik melalui lembaga pendidikan formal maupun institusi-institusi kajian keagamaan yang hidup dan berkembang di masyarakat. Memang, pada awal didirikannya, institusi pendidikan tinggi keagamaan ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pragmatik di awal Indonesia ini lahir, yakni memberikan layanan pendidikan agama bagi siswa-siswa sekolah, memberikan layanan pendidikan bagi siswa-siswa madrasah, serta memberikan layanan keagamaan bagi masyarakat.

Peran UIN Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, kini sudah semakin besar, karena lulusan-lulusan program studi keagamaan sendiri sudah banyak yang mengembangkan profesi di luar bidang yang mereka pelajari, seperti memasuki profesi jurnalistik, politik dan bahkan memasuki dunia bisnis yang tidak pernah mereka pelajari dalam perkuliahan. Dengan demikian, pendidikan keagamaan, tidak saja mampu melahirkan profesional dalam bidangnya, tapi juga pada saat yang samam mampu menjadi basic knowledge untuk berbagai profesi yang lebih luas di luar bidangnya. Kecenderungan tersebut, kini benar-benar diwadahi dengan berbagai bidang keilmuan yang masuk dalam rumpun ilmu-ilmu sosial dan kealaman. Dengan demikian, UIN Jakarta telah dan akan terus berkontribusi secara posotif dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesaia yang lebih komprehensif, tidak hanya tenaga-tenaga ahli dalam bidang keagamaan, tapi juga dalam bidang-bidang kehidupan yang lainnya. Bahkan, tradisi akademik yang berkembang di kampus Ciputat ini juga tidak hanya melahirkan tenaga-tenaga trampil dan tenaga ahli untuk pengembangan kekuatan bangsa ke depan, tapi justru telah melahirkan formuliasi keilmuan Islam yang sangat unik, distinktif dan yakni pola berfikir keagamaan yang inklusif, pluralis serta penuh toleransi dalam implementasi kehidupan sosial, dan bahkan telah melahirkan tokoh-tokoh cendikiawan-cendekiawan muslim yang sangat reputatif di Indonesia, dan juga di dunia.

Pesan sejarah ini, harus terus menginspirasi dan menimbulkan kesadaran pada kita sebagai penerus perjuangan mereka para pendahulu, untuk meningkatkan peran-peran keilmuan dengan peningkatan spirit, intensitas dan frekwensi kajian pemikiran keagamaan yang lebih aplikatif sehingga mampu menjadi bagian dalam proses perubahan budaya, serta melakukan peran sosial dengan memperbesar layanan pendidikan bagi generasi muda bangsa, khususnya generasi muda muslim, untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, ilmu-ilmu sosial, dan bahkan sains dan teknologi secara lebih modern, komprensif dan aplikatif serta memiliki keahlian untuk menjadi tokoh terdepan dalam melakukan perubahan sosial dan pemajuan bangsa, baik dalam bidang ekonomi, politik dan peradaban melalui produk-produk keilmuan yang akan mereka hasilkan.  Untuk dua kepentingan ini, maka UIN kini sedang serius melakukan penataan program-program akademik pendidikan dan penelitian yang lebih aplikatif, dan mendorong temuan-temuan baru yang inovatif untuk didedikasikan pada pemajuan bangsa ke depan.

Momentum transformasi menjadi universitas satu dekade yang lalu, tidak terus menyurutkan intensitas kajian Islam di UIN Jakarta, karena secara empirik, partisipasi para dosen bidang-bidang ilmu keagamaan dalam program penelitian masih tetap dominan, publikasi ilmiah dalam bentuk tulisan di jurnal, buku daras dan bahkan buku akademik masih terus bergairah. Dan masuknya berbagai bidang keilmuan umum (general science) justru didorong keinginan kuat para dosen dan peneliti untuk memberi spirit keagamaan pada pengembangan teori dan teknologi, dan utamanya implmentasi ilmu dan teknologi tersebut dalam spirit akidah, terkontrol oleh sebuah kekuatan akidah dan berujung pada  Allah SWT.. Secara ideal, pengembangan berbagai disiplin ilmu umum dalam lingkungan UIN dan berinteraksi dengan ilmu-ilmu keagamaan, dikembangkan dengan tiga tujuan ideal yang menjadi dambaan bersama umat Islam Indonesia, yakni:

  1. Kajian general science (natural science, social, dan humanity) itu  dikembangkan dalam rangka memahami dan mengembangkan norma-norma keagamaan dalam berbagai aspek kehidupan profesi dan sosial.
  2. Kajian general science tersebut juga dikembangkan dalam rangka melahirkan teori dan bahkan teknologi, serta instrumen yang dapat digunakan untuk mengoperasikan teori tersebut dalam dalam berbagai sektor kehidupan, yang secara paradigmatik berasal atau terinspirasi oleh teks suci doktrin keagamaan.

Proses pendidikan yang dikembangkan untuk para mahasiswa yang mengambil keahlian di luar bidang keagamaan, dikembangkan dalam rangka melahirkan tenaga trampil dan tenaga ahli yang akan mengimplementasikan teori, teknologi dan instrumen ilmu dalam berbagai lapangan kehidupan profesi dan sosial, sehingga benar-benar terwujud idealitas, agama sebagai rahmat bagi seluruh kehidupan umat manusia