Dosen UIN Jakarah Raih Postdoctoral Fellowship ‘Move-in Louvain’ dari Uni-Eropa di Belgia

Ayang Utriza Yakin Ph.D

Ayang Utriza Yakin Ph.D

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online— Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sekaligus peneliti PPIM UIN Jakarta Dr. Ayang Utriza Yakin MA berhasil meraih beasiswa Program Post-doctoral ‘MOVE-IN Louvain 2016-2018’ dari Uni-Eropa di Belgia. Dengan beasiswa ini, Ayang bakal meneliti di l’Institut de Recherche Pluridisciplinaire Religions, Spiritualités, Cultures, Sociétés di Université Catholique de Louvain (UCL), Louvain-la-Neuve, Belgia, selama dua tahun ke depan. Demikian disampaikan Ayang kepada BERITA UIN Online, Rabu (20/07).
Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Patrick Herman, mengundangnya makan siang dan berdiskusi di kediamannya di Jakarta, Senin (18/07), untuk merayakan raihan ini. Dalam kesempatan itu, Duta Besar Belgia berharap agar beasiswa pascadoktoral yang didapat Ayang tersebut bisa memberikan sumbangsih pada tradisi akademik Indonesia, Belgia, maupun dunia. Dengan didapatnya beasiswa tersebut, Ayang sudah harus berangkat ke Belgia sebelum Desember ini. “Insya Allah, mulai awal Desember 2016, menjadi peneliti-pengajar postdoktoral di Universitas Katolik Louvain, Belgia, selama dua tahun ke depan,” paparnya.
Dalam catatan Kedutaan Besar Belgia, raihan ini menjadikan Ayang sebagai akademisi Indonesia pertama yang meraih Postdoctoral Fellowship ‘Move-in Louvain’ dari Uni-Eropa di Belgia. Melalui program tersebut, Ayang bakal meneliti praktik hukum Islam dan Ekonomi Islam/Syariah di negara-negara Eropa (Belgia, Prancis, dan Inggris) dan perbandingannya dengan Indonesia. Dalam penelitian kedua bidang ini, Ayang akan meneliti dua tema utama, yakni Pengaruh Normativitas Islam dalam Keputusan Pengadilan pada Kasus Perceraian dan Manajemen, Kewirausahaan, dan Islam: Usaha Halal/Bisnis Syariah.
Telusuran BERITA UIN Online mencatat, Program MOVE-IN Louvain yang mencakup beasiswa posdoktoral merupakan program fellowhsip transnasional yang dikembangkan oleh The Université Catholique de Louvain (UCL) bekerjasama dengan The Université de Namur (UNamur) dan The Université Saint-Louis (USL-B). Program ini sendiri didukung penuh oleh Komisi Eropa (Marie-Curie Actions). Sejalan dengan tujuan European Research Area (ERA), program ini bertujuan mendukung penuh mobilitas para peneliti ahli berbagai negara. Para penerima beasiswa sendiri diseleksi melalui proses seleksi yang ketat dan transparan.
Di tempat terpisah, Dekan FSH Dr. Asep S. Jahar menyambut gembira atas keberhasilan Ayang meraih fellowship dari Uni Eropa program Move-in Louvain. “Ini sesuai dengan harapan Pak Rektor UIN Jakarta di mana semua dosen harus berprestasi dan berkiprah di dunia internasional,” katanya. Ayang yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar dan EHESS Paris ini juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Rektor UIN Jakarta dan sejumlah profesor UIN Jakarta dan beberapa universitas dunia.
Keberhasilannya meraih beasiswa berkat rekomendasi Prof. Beaudouin Dupret (ENS, Paris), Prof. Louis-Leon Christiaans (UCL), Prof. Edwin P. Wieringa (Cologne University), Prof. Nathalie Bernard-Maugiron (Sorbonne), Prof. Remy Madinier (EHESS, Paris), Prof. Mason Hoadley (Lund University), dan Prof. Mark Cammack (Souhtwestern Law School, LA), Prof. Muhammad Ali (University of California at Riverside/UCR), Prof. Munim Sirry (Notredame University), dan Prof. Arskal Salim (University of Western Sydney/UWS dan UIN Jakarta). “Terima kasih juga saya sampaikan ke Pak Dekan FSH UIN Jakarta dan Pak Rektor UIN Jakarta yang mendukung untuk terus melakukan kerjasama penelitian internasional,” tambahnya. (ikhda/njs/zm)