Dua Profesor Raih Women UIN Award

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online— Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta menganugerahi Women UIN Award kepada Prof. Dr. Amany Lubis MA dan Prof. Dr. Zaitunah Subhan MA. Kedua dosen perempuan ini dinilai layak beroleh penghargaan atas berbagai catatan prestasi yang diharap menginspirasi masyarakat perempuan di lingkungan UIN Jakarta dan publik.

Demikian disampaikan Ketua PSGA UIN Jakarta Ir. Rahmi Purnomowati M.Si di ruang kerjanya, Jumat (04/03). “Dari sejumlah nama yang diusulkan, tim seleksi akhirnya memilih Prof Amany dan Prof Zaitunah sebagai penerima Women UIN Award tahun ini,” ujarnya.

Rahmi menuturkan, dari sejumlah nama yang diusulkan, hampir seluruhnya memiliki rekam jejak perempuan berprestasi. Selain aktif dalam wilayah professional dan aktifisme, baik sebagai dosen atau pengurus organisasi, mereka rata-rata memiliki kepedulian cukup tinggi terhadap keluarga. “Namun dari berbagai indicator, kami akhirnya memilih kedua nama sebagai penerima award kali ini,” katanya.

Diketahui, baik Zaitunah maupun Amany merupakan dua akademisi UIN Jakarta yang mencatatkan banyak prestasi akademik. Selain aktif dalam organisasi akademik, keduanya dikenal aktif dalam berbagai organisasi sosial keislaman.

Prof. Dr. Amany Lubis MA

Prof. Dr. Amany Lubis MA

Sebagai informasi, Amany merupakan Profesor Sejarah Politik Islam di Fakultas Syariah dan Hukum. Perempuan kelahiran Kairo 22 Desember 1963 ini menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo dan UIN Jakarta. Di sela kesibukan mengajar, ibu dari Ayman, Akram, dan Radwa ini aktif di berbagai forum profesional-akademik. Selain aktif di Majelis Ulama Indonesia, Amany kini tercatat memimpin al-Majlis al-Alamy lil-‘Alimat al-Islamy (MAAI), sebuah organisasi intelektual perempuan Muslim.

Prof. Dr. Zaitunah Subhan MA

Prof. Dr. Zaitunah Subhan MA

Seperti halnya Amany, Zaitunah yang pernah menempuh pendidikan sarjana di IAIN Sunan Ampel ini pernah kuliah di Universitas al-Azhar. Selepas lulus dari Mesir, perempuan kelahiran  Gresik, 10 Oktober 1950 ini memilih mengabdikan diri sebagai seorang dosen di almamaternya, sebelum kemudian ditugaskan di Kementerian Agama dan UIN Jakarta.

Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada persoalan perempuan, Zaitunah menulis sejumlah buku yang tidak jauh dari concern pemikirannya. Diantaranya, Tafsir Kebencian (1999), Kekerasan Terhadap Perempuan (2001 & 2004), Membina Keluarga Sakinah (2001 & 2004). Tidak hanya menulis buku, Zaitunah juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat dan pemerintahan dengan tugas tidak jauh dari persolan pemberdayaan perempuan. Saat masih di IAIN Sunan Ampel, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Pusat Studi Wanita. Ia juga juga pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI.

Menanggapi pemberian award ini, Amani mengaku bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan PSGA. ‘Terlepas dari apa alasan sehingga saya bisa dipilih, namun ini adalah surprise sekaligus motivasi bagi saya untuk memberikan kiprah terbaik bagi UIN Jakarta, ummat, dan bangsa.” harapnya. (zm)