Dharma Wanita Gelar Rihlah Peduli Sosial

Peserta Rihlah Dharma Wanita Persatuan UIN Jakarta foto bersama sesaat sebelum mengadakan kegiatan di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/1/2017). (Foto: Nanang Syaikhu)

Peserta Rihlah Dharma Wanita Persatuan UIN Jakarta foto bersama sesaat sebelum mengadakan kegiatan di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/1/2017). (Foto: Nanang Syaikhu)

Bogor, BERITA UIN Online – Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Jakarta menggelar Rihlah (bertamasya) ke Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/1). Rihlah bertujuan selain untuk menguatkan keakraban antara pengurus dan anggota juga memupuk kepedulian sosial melalui kegiatan saling berbagi.

Rihlah DWP diikuti oleh sekitar 200 peserta. Mereka terdiri atas istri pejabat, dosen, dan pegawai yang sehari-hari bekerja di UIN Jakarta. Kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun dengan tempat yang berbeda.

“Kita tidak sekadar bertamasya mengunjungi tempat-tempat yang indah. Tapi lebih dari itu kita ingin terjalin keakraban di antara keluarga besar UIN Jakarta, khususnya antara pengurus dan anggota DWP, baik sebagai pegawai maupun bukan pegawai,” ujar Ketua DWP UIN Jakarta, Andriani Dede Rosyada, saat membuka kegiatan tersebut.

Andriani berdalih bahwa kegiatan Rihlah seperti ini patut diadakan karena memiliki nilai positif dalam rangka menjalin silaturahmi serta mengenalkan satu sama lain. Bahkan melalui kegiatan seperti ini pula pengurus DWP dapat saling berbagi dengan para anggotanya dalam bentuk pemberian hadiah (door prize).

“(Pemberian hadiah) ini merupakan wujud kepedulian kami kepada para anggota, karena biaya pembelian hadianya murni dari pengurus,” jelasnya.

Kegiatan Rihlah tahun ini dilakukan sederhana dengan hanya mengunjungi Taman Buah Mekarsari di Cileungsi, Bogor, serta diisi dengan beragam permainan, hiburan, dan makan bersama.

Ketua Panitia Rihlah Fauzah Murodi mengatakan, kawasan Mekarsari dipilih selain dekat dengan kampus juga alamnya tak kalah menarik dengan kawasan wisata lain. Bahkan di kawasan wisata agro seluas 264 hektar tersebut banyak pengetahuan yang diperoleh, terutama tentang jenis tumbuhan dan buah-buahan.

“Jadi, Rihlah ini rekreatif dan edukatif. Banyak nilai edukasi yang dapat kita peroleh selain sekadar untuk melepas kepenatan bekerja di kampus,” katanya.

Selama kegiatan Rihlah, peserta disuguhi dengan beragam permainan yang mengandung pendidikan dan olahraga, seperti outbond ringan. Selain itu, mereka juga dihibur dengan musik organ tunggal, senam pinguin dan senam poco-poco bersama. (ns)