DEMA UIN Jakarta Gelar Seminar Kebangsaan

159

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta menggelar seminar kebangsaan bertemakan Pancasila dan Kedaulatan Bangsa. Bertempat di Auditorium Harun Nasution, Rabu (3/05).

Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta menggelar seminar kebangsaan bertemakan Pancasila dan Kedaulatan Bangsa. Bertempat di Auditorium Harun Nasution, Rabu (3/05). Acara yang diselenggarakan guna menelaah lebih dalam tentang makna ideologi bangsa demi memperkuat kedaulatan bangsa khususnya pada sivitas akademika UIN Jakarta.

Hadir sebagai narasumber Dr (HC) Zulkifli Hasan (Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusran Razak MA, serta delegasi mahasiswa dari 54 Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Yusran memberikan apresiasi diselenggarakannya Silatnas (Silaturahmi Nasional) BEM PTKIN se- Indonesia tersebut. Selain itu, mengenai sosialisasi empat pilar kebangsaan, Yusran mengatakan bahwa hal itu sangat penting guna menumbuhkan dan memperkuat nasionalisme para peserta yang hadir khususnya.

“UIN Jakarta memiliki arah pembinaan kepada mahasiswa-mahasiswinya. Arah pembinaan kemahasiswaan UIN Jakarta menitikberatkan pada tiga aspek. Pertama sebagai pelopor bidang pluralisme, kedua sebagai pelopor bidang inklusif, dan ketiga pelopor bidang toleransi,” ungkap Yusran.

Sementara itu, di tempat sama, Zulkifli mengatakan, ada empat konsesnsus dasar berbangsa dan bernegara untuk tetap menjaga kedaulatan Indonesia, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

“Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa ini. Pancasila membantu untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Zulkifli.

Ditambahkannya, Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. “NKRI merupakan harga mati, didalamnya memuat spirit kebangsaan yang bersifat ideologis,”tandas Zulkifli.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam, dari suku, bahasa, agama, kebudayaan, dan sebagainya. Biarlah kearifan lokal ini terus lestari, biarlah perbedaan ini tetap beda, meski demikian kita tetap dalam satu bingkai yang sama yaitu Persatuan Indonesia.

Sebelum menutup pembicaraan, Zulkifli Hasan mengajak sivitas akademika dan masyarakat  untuk peduli dengan kondisi bangsa terutama pada generasi muda.

“Kita sebagai warga NKRI harus peduli dengan kondisi bangsa saat ini, terutama generasi muda yang kelak menjadi penerus perjuangan bangsa. Apabila semuanya peduli, melaksanakan empat konsesus dasar dengan tulus, Insya Allah Indonesia menjadi negara maju dan tetap menjadi bangsa yang berdaulat,” pungkasnya menutup materi. (lrf/ar)