Dema UIN Jakarta Diskusikan Gagasan Khilafah

159Aula Madya, Berita UIN Online— Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta menggelar diskusi publik bertema Khilafah, Ancaman Pancasila? di Aula Madya UIN Jakarta, Jumat (28/4/2017) siang. Hadir sebagai narasumber tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismali Yusanto, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong, Sekretaris Jenderal Ikatan Pelajar Muhammadiyah  Banten Luthfi Hasanal Bolqiah, aktivis Pusat Studi Pesantren Anick HT dan aktivis keberagamaan Subhi Azhar.

Dalam sambutannya, Ketua Dema UIN Jakarta Riyan Hidayat mengatakan, diskusi lebih dimaksudkan sebagai dialog akademis antara pihak pengusung dan kontra khilafah. Untuk itu, para pihak narasumber masing-masing fihak diminta lebih mengedepankan argumentasi yang logis tentang gagasan yang mereka usung.

Merujuk temanya, Ryan menambahkan, diskusi juga tidak bermaksud menuntaskan perdebatan besar soal khilafah versus Pancasila. Lebih dari itu, diskusi juga diharapkan menumbuhkan kedewasaan akademis mahasiswa tentang banyaknya tawaran gagasan ideologi politik. “Kami mencoba untuk memberi wadah dan maka dari itu mari kita sama-sama berdiskusi, berargumen dengan tidak melupakan sisi akademis dan etis dalam berdiskusi,” tandasnya

Kepada Berita UIN Online, Kepala Bidang Litbang Dema UIN Jakarta Asyarie Muhammad, mengungkapkan  tujuan diselenggarakannya diskusi ini untuk mengkaji lebih dalam relevansi Khilafah dan kemungkinan titik temunya dengan Pancasila. “Belum lama ini ada kongres Khilafah internasional. Melalui diskusi ini, kita mencoba melihatnya dari sudut pandang akademis tentang relevansi gagasannya di Indonesia”, ungkapnya. (Farah/Kemal Fahmi R/ZM)