CSRC UIN Jakarta Gelar Pelatihan Santri di Semarang

Semarang, BERITA UIN Online— Pusat Studi Agama dan Budaya (Center for the Study of Religion and Culture/CSRC) menggelar pelatihan toleransi dan perdamaian bagi kalangan santri se-Kabupaten/Kota Semarang di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa-Jumat (29/09-02/10). Kegiatan bertajuk Training and Field Trip hasil kerjasama dengan Uni Eropa dan Konrad Adenaeur Stiftung (KAS) ini diikuti 30 orang santriwan-santriwati berbagai pondok pesantren setempat.

Sejumlah penulis bahan ajar seperti Alfiatu Rohmah, M Aris Rofiqi, Cholilullah, Fahsin M. Faal, Nashif Ubbadah, dan Choirul Iman menjadi trainer kegiatan dengan supervisor Peneliti CSRC Junaidi Simun. Mereka menyampaikan materi tentang identifikasi masalah konflik , faktor-faktor konflik, hingga penanganannya.

Koordinator Program Sholehudin A Aziz mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan kalangan santri tentang praktek terbaik penciptaan damai dan penanganan konflik. “Dengan begitu, mereka bisa menjadi aktor utama dalam penciptaan situasi damai dan penyelesaian konflik di masyarakat,” ujarnya.

Terpisah, Direktur CSRC UIN Jakarta Irfan Abu Bakar MA menambahkan, pelatihan toleransi dan perdamaian dengan menjadikan santri sebagai sasaran pelatihan merupakan salah satu program utama CSRC UIN Jakarta. Sebagai institusi sosial keagamaan, pondok pesantren dimana para santri tinggal memiliki pengaruh penting dalam penciptaan tatanan sosial yang harmonis.

Diketahui, CSRC bekerjasama dengan KAS telah meluncurkan program Pesantren for Peace (PFP). Selain mendorong peningkatan wawasan dan keahlian para santri menjadi aktor perdamaian sosial, program diharap memperbaiki citra pesantren yang akhir-akhir ini terbelit isu radikalisme keagamaan. (TAM/LRF)