Buku Pelajaran Agama, Didominasi Kisah Perang Nabi Muhammad

BERITA UIN, Online — Buku pelajaran agama yang memuat kisah perjalanan dakwah Nabi Muhammad, sering melakukan penggambaran tak lengkap terhadap sosok Nabi. Penggambaran sosok Nabi Muhammad didominasi pada perjalanan Nabi ketika memerangi kaum kafir.

Penggambaran Nabi Muhammad yang didominasi dengan kisah perang, melahirkan kesan bahwa Nabi gemar berperang. Situasi seperti inilah yang membuat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, prihatin.

Menag mengatakan Kemenag akan memperbaiki citra Nabi Muhammad di dunia pendidikan Islam lantaran Rasulullah SAW cenderung ditonjolkan sebagai pribadi yang gemar perang daripada sebagai individu toleran dan penyebar kasih sayang.

“Dari riset Litbang Kemenag diketahui jika siswa mempersepsikan Rasul sebagai sosok yang senang berperang daripada kebaikan yang lainnya,” kata Menag Lukman saat berbicara di depan hadirin Milad ke-15 Yayasan Roushon Fikr di Jombang, Jawa Timur, beberapa hari silam.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan pelatihan Kementerian Agama, Abdurrahman Masud mengatakan, selain menambahkan aspek humanis Nabi Muhammad, pihaknya juga akan memberikan latar belakang kenapa jalan perang yang ditempuhnya.

“Kajian kita menunjukkan bahwa sejarah Nabi Muhammad lebih menitikberatkan pada perang-perang, tapi aspek luas tentang sifat nabi yang amanah, jujur, sangat adil, humanis belum banyak di literatur, apalagi literatur di sekolah,” tuturnya.

Menurutnya, peristiwa sejarah berupa peran Muhammad terkait aspek toleransi dan dukungannya kepada perdamaian sangat penting ditekankan pada situasi “dunia yang berkecamuk” seperti sekarang.