BSA Mengajar, Membesuk Kampung, Menebar Pengetahuan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
159

Anak-anak SD Negeri 2 Desa Sindangwangi begitu antusiasnya menyambut kedatangan BSA Mengajar/Foto – Aufar Rifqi Pratama

BERITA UIN Online  – Matahari mulai tergelincir dari tahta tertingginya. Pukul dua siang, di halte UIN Syarif Hidayatullah Jakarta segerombolan mahasiwa-mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Arab sedang mempersiapkan perjalanan menuju salah satu desa terpencil di sudut Kota Banten. Jauh dari hiruk pikuk kebisingan perkotaan. Mereka adalah BSA Mengajar, salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HMJ BSA).

“Namanya mengajar karena aktivitas kita tiap hari di setiap pulang kuliah di sore hari itu kita mengajari anak-anak,” timpal Ketua BSA Mengajar, Zulfikar (8/4).

Perjalanan berlangsung dengan damai. Terkadang mereka menyanyikan lagu bersama, memecah kesunyian. Melempar canda yang mengundang gelak tawa. Empat jam pun berlalu, medan tempuh yang dilalui terbilang ekstrem. Efek dari hujan yang terus mengguyur menyebabkan jalan lebih terjal dan curam dari biasanya. Bahkan di beberapa titik ditemui bekas jatuhnya tanah longsor. Malang melintang, satu kilometer dari lokasi tujuan supir mobil angkat tangan dan memilih putar arah untuk kembali. Namun mobil terjebak di jalan yang cukup parah. Di tengah gelap gulita, selama satu jam BSA Mengajar membantu proses penyelamatan. Dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer. Hingga baru tiba di tempat tujuan pada pukul sembilan malam.

Ketua pelaksana kegiatan ini, Aldi Zia Ulhaq menjelaskan bahwa ini bukan pertama kali BSA Mengajar ke luar daerah. Tujuan BSA Mengajar pergi ke Banten untuk mengajar, mencerdaskan anak-anak. Selain itu, juga bertujuan untuk berbagi susu kepada anak-anak. Sehingga mereka tidak hanya berpikiran cerdas, melainkan juga bertubuh sehat dan kuat. “Kita adain games, ngajakin anak main, ngobrol bareng, cerita bareng, nyanyi bareng yang mengandung unsur edukasi tentunya,” tambahnya.

Saat matahari pagi yang hangat merajai langit. Angin sejuk pegunungan yang semilir menyentuh kulit. Pukul delapan pagi, anak-anak SD Negeri 2 Desa Sindangwangi begitu antusiasnya menyambut kedatangan BSA Mengajar. Selama tiga jam lamanya 18 orang anggota BSA Mengajar menemani mereka belajar, bernyanyi, dan bermain games yang mendidik serta menghibur. Di setiap kelas, mulai kelas satu sampai enam, siswa-siswi sekolah dasar yang tepatnya berada di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten itu ditemani dua orang anggota BSA Mengajar.

“Anak-anak semangat ya, banyak guru,” tukas salah seorang guru menyaksikan jalannya kegiatan ini.

Banyak kesan positif dari kegiatan BSA Mengajar ini. Nurmalianti mengatakan dirinya terharu dan merasa menjadi orang yang berharga bagi anak-anak. Menyaksikan senyuman, tawa, dan semangat mereka yang berapi-api. Sehingga mendorong dia lebih bersemangat lagi untuk menyalurkan ilmunya yang tidak seberapa. “Asik, terharu, seru deh pokoknya. Walau deg-degan juga sih saat di perjalanan karena mobilnya sempat terjebak bekas tanah longsor,” ucap mahasiswi semester empat jurusan Bahasa dan Sastra Arab itu.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Desa Sindangwangi, Ahmad mengharapkan dari kegiatan BSA Mengajar ini dapat memajukan dan meningkatkan gairah anak-anak siswa dalam proses belajar-mengajar. Karena kondisi sekolah saat ini yang sudah kurang layak pakai, hingga bantuan seperti ini dibutuhkan. “Kami sangat menerima dengan tangan terbuka kedatangan BSA Mengajar ke depannya. Mengingat kondisi kami seperti ini, apa adanya,” imbuhnya.

Sisma, salah satu siswa kelas lima SD Negeri 2 Desa Sindangwangi merasa sangat senang dan antusias melihat semua teman-temannya juga ikut senang dan bahagia. Dengan begitu semangatnya dia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan BSA Mengajar ini. Sisma berharap BSA Mengajar akan kembali datang dan menyambangi mereka lagi di lain waktu. “Pengen banget dateng lagi. Kaka-kaka besok kesini lagi ya,” ujarnya saat ditemui wartawan titikba di akhir kegiatan. (Edy E)