Belajar Menulis Jangan Berhenti pada Berita Lempang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

159

Pemimpin Redaksi BERITA UIN Nanang Syaikhu tengah memberikan pembekalan kepada para jurnalis muda Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut UIN Jakarta pada Training Pers Institut (TPI) di Aula Madya, Selasa (4/4/2017).

Aula Madya BERITA UIN Online – Untuk mengasah keterampilan menulis, seorang jurnalis diharapkan jangan berhenti pada tulisan-tulisan yang  bersifat berita ringan atau lempang (straight news) semata. Keterampilan menulis juga dapat ditumbuhkan melalui model-model berita mendalam seperti soft news dan indept news atau artikel opini.

Hal itu disampaikan Pemimpin Redaksi BERITA UIN Nanang Syaikhu saat memberikan pembekalan menulis bagi para jurnalis muda Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut di Aula Madya, Selasa (4/4/2017). ”Keterampilan dan kreativitas menulis akan tumbuh bila mahasiswa mampu mengeksplorasi dan mengeploitasi peristiwa maupun gagasan secara lebih luas dan dalam,” katanya.

Jurnalis yang hanya terampil menulis berita lempang, lanjut Nanang, tidak akan memberikan informasi apa pun kepada khalayak kecuali hanya informasi itu sendiri. Tetapi sebaliknya, jika jurnalis mampu memberitakan peristiwa secara komprehensif dan investigatif, khalayak tak hanya menerima informasi tetapi juga sekaligus pengetahuan (knowledge).

Menurut Nanang, saat ini tak sedikit para jurnalis dalam menjalankan tugasnya cukup puas dengan hanya menulis berita yang tampak pada permukaan. Padahal, seorang jurnalis yang berdedikasi tinggi dan setia pada profesianya dia akan menulis lebih dari sekadar yang ada di permukaan.

“Itu yang disebut jurnalisme makna, karena dia mengungkap apa yang ada di balik peristiwa,” tegas mantan aktivis pers mahasiswa Institut tahun 1980-an tersebut.

Nanang juga berharap para jurnalis muda yang kini aktif di lembaga pers mahasiswa seperti Institut terus berusaha untuk menjadi jurnalis andal dan profesional. Bahkan lebih dari itu, seorang jurnalis harus mengedepankan sikap idealisme serta bekerja secara jujur dan profesional saat menjalankan tugas.

“Hindari plagiarisme berita, hindari penyalahgunaan profesi, dan bekerja sesuai koridor kode etik jurnalistik,” pesannya. (ns)