Azyumardi Azra Terpilih Menjadi Cendekiawan Berdedikasi 2015

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online– Guru Besar Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra MA terpilih sebagai penerima penghargaan Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2015 dari Harian Kompas. Ia terpilih bersama Guru Besar Ekonomi Kependudukan UI Prof Dr Sri Moertiningsih Adioetomo SE MA Ph.D, Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Yudi Latif Ph.D, Ekonom Dr A Tony Prasetyantoko, dan Teolog Dr Yonky Karman.

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas St Sularto mengungkapkan, Azra dan empat cendekiawan lain terpilih setelah melalui proses seleksi sangat ketat yang dilakukan tim seleksi yang berada di bawah pimpinan Pemimpin Umum Kompas Jakob Oetomo. “Dalam daftar kandidat dari tahun, tersaji data bilangan ratusan calon,” katanya mengungkapkan banyaknya kandidat yang harus diseleksi menjadi Cendekiawan Berdedikasi 2015 seperti dikutip BERITA UIN Online dari Kompas, Kamis (26/06).

Menurut Sularto, salah satu dasar pemberian penghargaan ini adalah kesetiaan mereka dalam mengirimkan tulisan berupa opini untuk dimuat oleh Redaksi Kompas. Selain bagian dari rangkayan perayaan hari jadi Kompas yang jatuh pada tanggal 28 Juni, penghargaan ini diberikan atas produktifitas penulisan para cendekiawan terpilih.

“Lewat seleksi penuh tanggung jawab, akhirnya terpilih para penerima penghargaan Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2015 Azyumardi Azra, A Prasetyantoko, Sri Moertiningsih Adioetomo, Yonky Karman, dan Yudi Latif,” papar Sularto lagi.

Azra sendiri merupakan figur cendekiawan yang populer, tidak hanya di lingkungan UIN Jakarta dan perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia, melainkan juga di lingkup perguruan tinggi regional-global. Sebagai akademisi, ia merupakan Guru Besar UIN Jakarta yang terbilang sangat produktif dalam menghasilkan berbagai karya akademik, baik dalam bentuk buku, artikel koran, maupun artikel jurnal.

Selain sebagai akademisi, penulis disertasi “The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Networks of Middle Eastern and Malay Indonesia Ulama in the Seventeenth and Eighteeenth Centuries” saat menamatkan doktoral di Columbia University ini pernah menduduki jabatan Rektor (1998-2006). Ia juga pernah menjabat Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakara (2006-2015).

Dihubungi terpisah, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA turut mengapresiasi dan menyampaikan selamat atas penghargaan yang diterima Azra. Ia berharap penghargaan yang diterima peraih Commander of the Order of British Empire (2010) dari Kerajaan Inggris ini menginspirasi dosen dan mahasiswa UIN Jakarta mengikuti jejak Azra menjadi akademisi yang produktif.

“Selamat untuk beliau, mudah-mudahan ini bisa menginspirasi dosen dan mahasiswa mengikuti jejaknya,” katanya. (Zaenal Muttaqin)