Altar FITK Akan Gelar Seminar Nasional Pendidikan

159

Pengurus Alumni FITK (Altar) saat rapat persiapan seminar pendidikan di gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Selasa (5/4/2017).

Gedung FITK, BERITA UIN Online – Dalam rangka memeringati hari ulang tahun ke-60 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, Ikatan Alumni FITK (Altar) dijadwalkan akan menggelar seminar nasional tentang pendidikan. Seminar bertujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi masyarakat, khususnya para guru dan satuan pendidikan, atas berbagai persoalan pendidikan di Tanah Air.

Dalam rapat pengurus Altar yang digelar di gedung FITK, Selasa (5/4/2017), Ketua Umum Altar Nanang Qasim Yusuf atau yang biasa dipanggil Naqoy mengatakan, seminar pendidikan penting diadakan karena masalah pendidikan memerlukan banyak desain dan inovasi baru agar pendidikan tidak tertinggal zaman. Artinya, semakin maju dan berkembang peradaban manusia semakin menuntut adanya perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan.

“Jika penyelenggaraan pendidikan cenderung stagnan atau masih bersifat tradisional dan konvensional, sulit bagi kita untuk mengukur keberhasilan output peserta didik. Karena itu sudah seyogyanya setiap unsur-unsur yang terlibat dalam dunia pendidikan membuka diri dengan perubahan zaman yang terus berkembang tadi,” ujarnya.

Menurut rencana, seminar pendidikan akan digelar pada 24 Mei 2017 di Auditorium Harun Nasution.  Tema yang diusung di antaranya akan membicarakan mengenai dunia interpreunership, guru terampil dan kreatif, metode pengajaran, dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Adapun narasumber seminar berasal dari berbagai kalangan yang terlibat dalam dunia pendidikan, seperti praktisi, pengamat, motivator, dan ahli teknologi pendidikan.

“Acara seminar juga akan diisi dengan peluncuran program bimbingan belajar Altar dan pementasan kesenian dari para mahasiswa FITK,” kata Naqoy.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FITK Dr Dauzan mengatakan, sebagai organisasi alumni, Altar harus mampu menjadi lembaga think thank bagi dunia pendidikan, khususnya pengembangan pendidikan di FITK. Sebab, bagaimana pun masalah pengembangan mutu pendidikan tak hanya menjadi tanggung jawab FITK sebagai lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) melainkan juga organisasi lain yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.

“Sebagai LPTK, FITK juga masih membutuhkan pemikiran dari para ahli pendidikan, baik secara individual maupun kelembagaan seperti organisasi alumni Altar,” katanya. (ns