Ahmad Tholabi Karlie: Bidang Seni Optimistis Berpeluang Menang

159

Ahmad Tholabi Karlie (mengenakan jaket biru) saat membimbing dua peserta untuk cabang qir’atul kutub sebelum bertanding.

KONTINGEN UIN Jakarta pada Pionir VIII PTKIN di Banda Aceh dalam bidang seni dipastikan optimistis akan masuk babak final dan berpeluang menang. Hal itu sesuai dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh tim, baik dari peserta sendiri maupun pembimbingnya (official). Untuk mengetahui seberapa besar bidang seni berpeluang menang, berikut wawancara Reporter BERITA UIN online Nanang Syaikhu dari Banda Aceh dengan salah satu anggota tim official kontingen UIN Jakarta Dr Ahmad Tholabi Karlie yang juga Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Syariah dan Hukum. Petikannya:

Sebagai pembimbing dan official, bagaimana kira-kira peluang bidang seni pada Pionir VIII di Banda Aceh tahun ini dan persiapan-persiapan apa saja yang sudah dilakukan?

Dari sisi motivasi peserta cabang seni dan tahfiz memiliki semangat yang luar biasa. Mereka berlatih hingga larut malam tak kenal lelah.  Memang saya tugaskan mereka terus men-takrir (mengulang) bagi yg tahfiz 5 dan 10 juz. Saya uji dan latih hasil takrir mereka di sore atau malam hari. Yang tilawah (MTQ) juga saya tugaskan melatih bacaan dengan murattal untuk antisipasi kesalahan baca (khatha’ jaly). Saya menekankan kebenaran bacaan, kerapian tajwid, fashahah (kefasihan membaca), dan tidak terlampau mengutamakan nagham (lagu) yang belum dikuasai. Suara juga saya minta agar dijaga dengan istirahat yang cukup.

Kalau untuk cabang syarhil Qur’an bagaimana?

Untuk cabang musabaqah syarhil Qur’an (MSQ) juga sudah kita cek dua dari tiga tema yang akan ditampilkan, yakni tentang persatuan dan toleransi. Secara umum tim MSQ sudah siap bertanding. saya optimis dengan kemampuan teknis dan skill mereka (peserta, Red) tapi dengan catatan tidak ada kesalahan saat tampil.

Begitu puka untuk cabang kaligrafi naskah dan dekorasi, semua sudah saya cek. Mereka sudah siap dengan desain ornamen dan desain huruf meskipun masih banyak kesalahan dan kelemahan dari sisi kebenaran kaidah khat. Untuk itu saya minta mereka terus me-review kaidah-kaidah khat di sisa-sia waktu pra musabaqah. Lalu untuk aspek desain ornamenatau dekoratif, saya nilai sudah cukup memadai.

Sementara untuk cabang puitisasi al-Qur’an, tadi malam sudah saya koreksi kontennya. Semua itu dilihat agar puitisasi tidak keluar dari substansi ayat. Intonasi, penghayatan, dan ekspresinya juga harus bagus.

Cabang lain seperti musabaqah makalah al-Qur’an (MMQ) dan lomba karya tulis ilmiah (LKTI), seberapa peluang kira-kira bias menang?

Cabang karya tulis, seperti MMQ dan LKTI saya juga optimistis bakal menang. Sebab saya sendiri sudah review, baik secara teknis, metodologis, dan substansi. Saya arahkan agar peserta memperkaya konten tafsir dari kitab-kitab tafsir yang kredibel dan terpercaya. Jadi, secara umum saya pastikan peserta untuk cabang MMQ memiliki mental juara dan pengalaman tanding yang luar biasa.

Nah, dengan arahan dan persiapan-persiapan tadi saya menganalisis beberapa cabang seni yang diperlombakan akan berpeluang untuk menang. Cabang MMQ untuk kategori putra dan putri sangat berpeluang masuk final. Begitu pula cabang yang lain seperti MSQ, MTQ, tafiz 5-10 juz, dan puitisasi al-Qur’an. Bahkan untuk debat bahasa (Arab dan Inggris) serta kaligrafi dekorasi dan kaligrafi naskah kecil, semua berpeluang besar untuk memang. Insya Allah UIN Jakarta akan mengumpulkan banyak medali emas dan menjadi juara umum. Tak hanya bidang seni tapi juga olahraga dan riset. Doakan saja dari semua sivitas akademika agar kontingen UIN Jakarta pulang membawa kemenangan. (ns)