80 Tahun Rendra : Menentang Penyeragaman Melalui Sastra

Auditorium Utama, Berita UIN Online— Dalam rangka mengenang kembali semangat perjuangan WS Rendra, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia(PBSI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta menggelar acara bertemakan 80 Tahun Rendra : Dalam Kenangan Sahabat, acara ini akan dibagi menjadi tiga sesi yaitu seminar, pemutaran video dan haul 80 tahun WS Rendra, Senin (16/11).

Hadir dalam acara ini para tokoh dan budayawan yang merupakan sahabat Rendra, diantaranya Seniman Bandung Herry Dim, Pengamat Politik Jakarta Eep Saefullah Fatah, Dosen Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Faruk H.T, dan Ahli Tata Negara Surabaya Dr Soetanto Soepiadhy S.H, M.H serta para tamu undangan dan mahasiswa UIN Jakarta.

Ketua panitia acara sekaligus Dosen UIN Jakarta, Rosida Erowati M.Hum, mengatakan,pada sesi Seminar Nasional,kami akan menghadirkan pembicara yang dekat dengan Rendra, mulai dari kalangan seniman, budayawan, politikus, hingga akademisi.

Ditambahkan “Rendra merupakan salah satu sastrawan Indonesia yang kerap masuk dalam nominasi nobel sastra, karena karya-karya panggung, naskah drama, esai, dan puisinya konsisten menunjukkan sikap melawan penyeragaman. Sekitar tahun 1977-1986 Rendra mulai merasakan kedekatan dengan IAIN Syarif Hidayatullah,” katanya.

Sebagai informasi, pada acara puncak haul Rendra ke-80 hadir mengisi acara Ken Zuraida (istri Alm. WS Rendra), Putu Wijaya (Sastrawan), Fachry Ali (pengamat politik), Sudarnoto (Dosen UIN Jakarta), Irsyad Ridho (Dosen UNJ), Indra Adil (Bogor, aktivis), Kurnia Fajar dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Dede Rosyada M.A, dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 22.00 wib. Dengan demikian, acara ini akan menawarkan nilai akademis dan budaya.

Istri almarhum Rendra Ken Zuraida mengungkapkan, suaminya semakin mengenal aspek spiritual Islam melalui dialog dan ikatan persahabatan yang ditawarkan oleh komunitas kampus IAIN Ciputat.

“Pergaulan Rendra dengan kampus IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat semakin erat karena, adanya kerja sama dalam pementasan serta seni dan budaya, serta mahasiswa UIN (saat itu IAIN) yang belajar ke WS Rendra di Bengkel Teater, Depok,”. (LRF)