70 Mahasiswa Ikuti Workshop Persiapan dan Simulasi untuk IELTS

PilihanAula Madya, BERITA UIN Online– Dalam rangka menjaring peserta kursus bahasa Inggris, Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) menggelar Workshop Persiapan dan Simulasi untuk IELTS (Workshop for IELTS Preparation and Simulation) di gedung Aula Madya lantai 2, Senin, (31/8/2015).

Kegiatan yang diikuti 70 mahasiswa UIN Jakarta berskor TOEFL 500 ini dibuka Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dr M Arskal Salim GP MA.

Dalam sambutannya, Arskal menghimbau mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.

“Untuk mendapatkan beasiswa studi di Australia, saya harus bolak balik Ciputat-Kuningan selama 9 bulan persiapan belajar bahasa Inggris. Kalian mahasiswa yang beruntung karena kampus memberikan fasilitas kursus bahasa Inggris gratis, maka manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Arskal bercerita masa tahun 1990an sebelum menempuh studi di salah satu universitas di Australia.

Arskal berharap dari 70 mahasiswa tersebut akan terjaring 25 peserta kursus bahasa Inggris yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. “Dari 25 peserta ini nantinya akan disaring lagi menjadi 11 orang yang akan kita biayai kuliah di Uniersitas Western Sydney Australia (UWS),” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala PLKI Rachmat Baihaky MA mengatakan UIN Jakarta telah mempersiapkan biaya besar untuk pelaksanaan program persiapan studi di luar negeri ini.

“Sebelumnya, UIN Jakarta telah melakukan seleksi peserta kursus gratis bahasa Perancis. Jika dihitung, untuk setiap orang, UIN Jakarta harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 11 juta dikalikan 20 peserta. Sedangkan untuk kursus bahasa Inggris ini, UIN Jakarta mengeluarkan biaya sebesar 5.5 juta dikalikan 25 peserta,” ungkap Baihaky.

Oleh karena itu, Baihaky berharap dalam program persiapan untuk IELTS yang dilaksanakan selama tiga bulan ini, dapat terpilih 11 orang mahasiswa aktif yang lulus IELTS dengan skor 6.5.

 “Program beasiswa studi ke UWS ini akan dilaksanakan pada 2016. Tiga orang diberangkatkan Februari dan delapan orang diberangkatkan Juli,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua LP2M menyematkan tanda peserta kepada dua orang mahasiswa sebagai simbol dimulainya pelaksanaan rangkaian persiapan IELTS yang terdiri dari workshop, kursus bahasa Inggris dan test IELTS selama tiga bulan tersebut.

Diketahui, untuk pelaksanaan program, UIN Jakarta menggandeng Sun Education Group yang menjadi mitra IALF (Indonesia Australia Language Foundation), sebagai pusat tes resmi IELTS Australia di kampus-kampus seluruh Indonesia.