3 Menteri Akan Hadiri Gala Dinner Milad UIN Jakarta

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Sebanyak tiga menteri dan satu wakil menteri dijadwalkan akan menghadiri acara Gala Dinner pada malam puncak perayaan Milad ke-60 ADIA/IAIN/UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Kamis (25/5/2017) malam. Selain menteri, juga akan hadir sejumlah diplomat asing dari negara sahabat, seperti Filipina, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, dan Pakistan.

Demikian siaran pers Panitia Milad ke-60 ADIA/IAIN/UIN Jakarta yang diterima BERITA UIN Online, Rabu (24/5/2017). Ketiga menteri yang akan hadir adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa. Sedangkan wakil menteri yang akan hadir adalah Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Muhammad Fachir.

Acara Gala Diner yang juga akan dihadiri Rektor Prof Dr Dede Rosyada serta para pejabat UIN Jakarta itu diisi dengan rangkaian beberapa kegiatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani di antaranya akan memberikan orasi ilmiah tentang Peguatan Ekonomi Syariah dalam Kapasitas Pembangunan Nasional, sedangkan Wamenlu AM Fachir, yang juga mewakili alumni UIN Jakarta, akan berbicara tentang Perspektif Alumni dalam Menyongsong UIN Jakarta Menjadi PTN BH. Dalam kesempatan tersebut, UIN Jakarta juga akan menandatangani naskah kerja sama dengan Menteri Sosial di bidang pengembangan sosial.

Acara lainnya akan diisi dengan pengumuman para juara lomba, pementasan seni budaya, serta pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad Prof Dr Arief Soemantri mengatakan, acara Gala Dinner digelar sebagai penutup dari rangkaian kegiatan Milad ke-60 ADIA/IAIN/UIN Jakarta yang berlangsung selama bulan April-Mei 2017. Kegiatan Milad di antaranya diisi dengan seminar nasional dan internasional, bhakti sosial di Desa Cikuya, Tangerang, Banten, gerak jalan sehat di kampus UIN Jakarta, berbagai perlombaan, serta pemilihan pegawai berprestasi.

“Kami berharap kegiatan Milad ini bukan semata seremonial tahunan, tapi lebih merupakan refleksi dan evaluasi atas capaian prestasi yang telah diraih UIN Jakarta selama 60 tahun berdiri. Ke depan berbagai capaian prestasi itu tentu patut dipertahankan dan bahkan terus dikembangkan. Hal itu sesuai dengan tagline UIN Jakarta, yakni globality, autonomy, dan humanity,” paparnya. (ns)