2016, FEB Buka Program Doktor Perbankan Syariah

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta Dr. Arief Mufraini, Lc., MA.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta Dr. Arief Mufraini, Lc., MA.

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta segera membuka Program Doktor (S3) Perbankan Syariah terhitung mulai Semester Ganjil 2016 ini. Program ini dibuka setelah Kementerian Agama RI memberi izin penyelenggaraan melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6546/2015 tentang Izin Penyelenggaraan Program Doktor Perbankan Syariah FEB UIN Jakarta yang diterbitkan pada tanggal 16 November tahun 2015.

Demikian disampaikan Dekan FEB UIN Jakarta Dr. Arief Mufraini Lc MA yang didampingi Wakil Dekan FEB Bidang Administrasi Umum Dr. Ade Sofyan Mulazid MA kepada BERITA UIN Online di Gd. Rektorat, Senin (21/03). “Izin pembukaan sudah kita dapatkan. Mulai tahun ini kita mulai menerima pendaftaran mahasiswa peserta program doktoral tersebut,” ungkapnya.

Menurut Arief, program doktor ini nantinya akan ditawarkan dengan kurikulum bercorak integratif. Artinya, program menawarkan kurikulum keilmuan perbankan dipadu dengan aspek-aspek keislaman (syariah). “Dengan pengelolaan prodi Islamic economic di tingkat sarjana dan magister perbankan syariah, kita yakin mampu menawarkan kurikulum yang unggul,” katanya.

Keunggulan kurikulum, tambahnya, ditopang oleh ketersediaan guru besar dan tenaga pengajar yang merepresentasikan keilmuan sektor keuangan perbankan dan sektor keislaman yang kuat, baik lulusan universitas terkemuka dalam maupun luar negeri. Pemaduan dosen yang mewakili dua aspek keilmuan ini diyakini Arief mampu memberikan jaminan berkualitasnya pendidikan doktoral Perbankan Syariah yang diselenggarakan FEB.

Dengan dibukanya program doktoral ini, sambungnya, menjadikan UIN Jakarta sebagai inisiator pengelolaan program doktoral Perbankan Syariah pertama di lingkungan FEB PTKIN. Sebelumnya, FEB juga menjadi salah satu fakultas PTKIN yang menawarkan program magister perbankan syariah pertama di Indonesia. “Kita berharap pembukaan program ini menjadi membantu FEB untuk shifting dari Teaching University menjadi Research University,” paparnya. (zm/lrf)