17.000 Peserta Ikuti Seleksi Masuk UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
159

Sejumlah peserta saat mengikuti seleksi masuk UIN Jakarta di gedung Auditorium Harun Nasution, Sabtu (10/6/2017).

Kampus UIN, BERITA UIN Online – Sebanyak 17.300 peserta ujian masuk UIN Jakarta jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri mengikuti seleksi pada Sabtu (10/6/2017) dan Ahad (11/6/2017).  Seleksi dilakukan di sejumlah titik lokasi, baik di kampus 1 maupun kampus 2, termasuk beberapa gedung sekolah yang berada di sekitar kampus.

Seleksi hari pertama berlangsung antara pukul 07.30 hingga 11.30. Materi yang diujikan adalah Tes Potensi Akademik dan Sikap Akademik, Pengetahuan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Bahasa Arab. Sedangkan hari kedua berlangsung antara pukul 07.30 hingga 11.15 dengan materi ujian Matematika IPA/IPS dan IPA/IPS Terpadu.

Kepala Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi Feni Arifiani MH mengatakan, seleksi hari pertama berjalan lancar meski ada beberapa peserta yang terlambat hadir. Hal itu dapat dimaklumi mengingat mereka masih belum beradaptasi baik waktu maupun tempat.

“Kita maklumi saja. Sebab, mereka belum paham situasi. Insya Allah seleksi hari kedua besok (Ahad) dapat berjalan normal,” katanya.

Keterlambatan peserta hadir, menurutnya, jamak terjadi karena lalu lintas menuju kampus UIN Jakarta selalu macet jika ada kegiatan besar seperti ujian masuk atau wisuda sarjana. Karena itu ia meminta kepada peserta agar kemacetan tersebut dapat mengantisipasi dengan datang ke kampus lebih pagi.

“Terlambat datang ke lokasi ujian tidak masalah. Hanya saja peserta tidak diberikan waktu tambahan saat mengisi soal. Artnya soal tetap harus dikerjakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” jelas Feni.

Terhadap adanya kekhawatiran peserta salah mengisi jawaban nilainya berkurang, Feni menjelaskan bahwa dalam seleksi SPMB Mandiri, peserta yang salah mengisi soal di lembar jawaban tidak berpengaruh terhadap nilai ujian. Dengan kata lain peserta yang salah menjawab soal nilainya tidak berkurang atau dikurangi.

“Jadi, peserta tak perlu khawatir nilainya akan berkurang gara-gara salah mengisi jawaban,” ujarnya. (ns)