11 PTKIN-6 Universitas Perancis Teken Kerjasama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan enam universitas Perancis meneken kerjasama akademik dan riset di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (29/3/2017). Ketua Forum Rektor PTKIN Prof Dr Dede Rosyada MA, Atase Kerjasama Ilmiah dan Teknologi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia Pr Dr Ing Nicolas Gascoin DEA MBA, Chairman of Institut National des Sciences Appliqués (INSA) Perancis Prof Dr Jean Marley Castelan dan para rektor PTKIN berfoto usai penandatangan kerjasama. (Foto: Umar Syarif Audah)

11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan enam universitas Perancis meneken kerjasama akademik dan riset di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (29/3/2017). Ketua Forum Rektor PTKIN Prof Dr Dede Rosyada MA, Atase Kerjasama Ilmiah dan Teknologi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia Pr Dr Ing Nicolas Gascoin DEA MBA, Chairman of Institut National des Sciences Appliqués (INSA) Perancis Prof Dr Jean Marley Castelan dan para rektor PTKIN berfoto usai penandatangan kerjasama. (Foto: Umar Syarif Audah)

Jakarta, Berita UIN Online— 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan enam universitas Perancis meneken kerjasama akademik dan riset untuk sejumlah bidang keilmuan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (29/3/2017). Kesepakatan kerjasama yang ditandatangani para pimpinan perguruan tinggi diharapkan mendongkrak program akademik dan aktifitas riset masing-masing lembaga.

Penandatanganan kerjasama dihadiri Ketua Forum Rektor PTKIN Prof Dr Dede Rosyada MA, Atase Kerjasama Ilmiah dan Teknologi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia Pr Dr Ing Nicolas Gascoin DEA MBA, Chairman of Institut National des Sciences Appliqués (INSA) Perancis Prof Dr Jean Marley Castelan. Selain itu, Presiden RI Ir Joko Widodo dan Presiden Perancis Francois Hollande juga dijadwalkan meresmikan kerjasama tersebut, Rabu malam Kamis ini.

Publikasi panitia yang didapat Berita UIN Online mencatat, ke-11 PTKIN diantaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Ar-Raniry Aceh, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Sumatera Utara.Selanjutnya, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Kasim Riau, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sementara enam universitas Perancis yang terlibat dalam kerjasama antara lain Institut National des Sciences Appliquées de Lyon, Institut National des Sciences Appliquées de Centre Val de Loire, dan Institut National des Sciences Appliquées de Rennes. Selanjutnya, Institut National des Sciences Appliquées de Rouen, Institut National des Sciences Appliquées de Strasbourg, dan Institut National des Sciences Appliquées de Tolouse.

Menanggapi kerjasama tersebut, Dede menyampaikan apresiasinya atas kesediaan pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi Perancis untuk membangun kerjasama akademik dan riset dengan lembaga pendidikan tinggi Islam Indonesia. Ia berharap, kerjasama bisa mendorong pengembangan riset bagi peningkatan publikasi dan paten baik 11 PTKIN maupun ke-6 INSA Perancis.

“Penandatanganan kerjasama membukakan peluang bagi para PTKIN dan 6 INSA untuk bersama-sama mengembangkan akademik maupun risetnya,” katanya.

Tak hanya itu, Rektor UIN Jakarta ini mengatakan, penandatanganan kerjasama juga memungkinkan perguruan tinggi Islam Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan keilmuan berbasis industri. “Dengan begitu, ini memungkinkan PTKIN untuk terlibat lebih aktif dalam pengembangan keilmuan dan sains bagi masyarakat,” paparnya.

Dalam salinan matriks kerjasama disebutkan, terdapat 11 bidang sains yang masuk dalam program kerjasama seluruh perguruan tinggi terlibat. Diantaranya, perencanaan dan tata kota, energi, teknik elektro, matematika, teknik permesinan, automatics, informatika, fisika dan sains fundamental, ilmu lingkungan, pertanian, dan arsitektur.

Dalam kesempatan yang sama, Castelan juga menyampaikan harapan pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi Perancis agar ke-11 PTKIN bisa menjadi mitra pengembangan akademik dan riset mereka. “Kami menyimpan harapan besar bahwa kerjasama ini bisa saling memberikan efek positif pada program akademik dan riset seluruh pihak,” katanya.

Disambut Positif

Penandatangan kerjasama sendiri disambut positif para pimpinan ke-11 PTKIN. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH Yudian Wahyudi MA Ph.D berharap kesepakatan kerjasama bisa mendukung pengembangan yang dilakukan perguruan tinggi yang dipimpinnya. UIN  Sunan Kalijaga, katanya, tengah mengembangkan fakultas teknik, baik program sarjana maupun magisternya.

“Selain itu, kami juga tengah mematangkan rencana pembukaan fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan. Kami amat berharap program ini bisa mendukung ikhtiar tersebut,” jelasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Jakarta Prof Dr Arskal Salim GP MA juga berharap program kerjasama yang disepakati memungkinkan terlaksananya kerjasama riset melalui skema yang disiapkan UIN Jakarta. “Kita bisa menggunakan skema international collaborative research international dan research fellowship,” tuturnya.

Baik Yudian maupun Arskal sepakat, kerjasama juga diharap bisa mendorong peningkatan publikasi artikel internasional terindeks maupun produk yang bisa dipatenkan. “Yang jelas, kerjasama ini menjadikan perguruan tinggi keagamaan Islam beberapa langkah lebih maju dalam pengembangan keilmuannya,” tandas Yudian.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta Dr Agus Salim M.Si mengatakan, pihaknya bakal mengoptimalkan kerjasama dalam meningkatkan publikasi riset dan produk paten di fakultasnya. Sebab melalui berbagai kerjasama internasional selama ini, jelasnya, FST menyumbang hampir 50% dari total artikel internasional terindeks Scopus UIN Jakarta. “Dengan ini, mudah-mudahan bisa meningkat lagi,” terangnya. (Farah/usa/zm)